KETIK, SURABAYA – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan fenomena kuliner baru yang lahir dari dapur Ibunda almarhumah selebgram Lula Lahfah, yakni Bu Tatu. Camilan unik berupa Risol Matcha dan Risol Cokelat buatannya kini menjadi perbincangan hangat dan menjadi incaran para pencinta kuliner di seluruh Indonesia.
Produk ini menghadirkan risol dengan konsep berbeda dari biasanya. Jika umumnya risol identik dengan isian gurih, kali ini hadir isian premium bercita rasa manis yang lumer di mulut. Varian matcha dan cokelat menjadi favorit banyak orang, namun tersedia pula pilihan rasa lain yang tidak kalah lezat dan menggoda selera.
Meski varian matcha dan cokelat menjadi yang paling diburu karena sensasi isiannya yang lumer, Bu Tatu sebenarnya menawarkan berbagai varian rasa lain yang tak kalah menggoda. Berbeda dengan risol pada umumnya yang dijual matang, produk ini dipasarkan dalam bentuk frozen food (makanan beku). Dengan harga berkisar antara Rp55.000 hingga Rp60.000 per pack berisi 5 buah, pelanggan dapat menikmati sensasi risol premium yang digoreng sendiri di rumah agar tetap hangat dan renyah.
Risol Bu Tatu (Foto: TikTik @ndyhsn6)
Kepopuleran "Risol Bu Tatu" ini pun memicu efek domino bagi dunia UMKM. Tingginya antusiasme publik yang terkadang sulit mendapatkan stok asli, mendorong banyak pedagang lain menawarkan menu serupa atau versi "dupe" demi memenuhi rasa penasaran netizen. Fenomena ini bahkan diprediksi akan menjadi ide jualan takjil yang laris manis, mengingat tekstur manis dan lumer sangat digemari sebagai menu berbuka puasa.
Selain memicu tren kuliner baru, fenomena ini juga membuka peluang besar bagi para penyedia jasa titip (jastiper) yang rela berburu stok demi melayani pelanggan di luar kota. Bagi masyarakat yang ingin mencoba, produk otentik Bu Tatu dapat dipesan secara resmi melalui akun Shopee Bu Tatu atau melalui tautan yang tersedia di bio Instagram pribadinya. Mengingat tingginya minat pembeli, calon pelanggan disarankan untuk memantau informasi ketersediaan secara berkala agar tidak kehabisan. (*)
