KETIK, PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan yang digelar di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan itu merupakan rangkaian kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurut dia, sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat.
"Ini cara kita membangun komplementaritas dengan intervensi kebijakan dari pusat dan Kabupaten. Seperti tadi, Pemprov mengambil posisi disabilitas berat pada bansos Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas," ujar Khofifah.
Total anggaran yang disalurkan sebesar Rp13.760.750.000 melalui Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 H. Dari total bantuan tersebut, rinciannya meliputi bantuan melalui Dinas Sosial Jatim Rp4.914.200.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rp521.550.000, bantuan keuangan desa dari berbagai perangkat daerah Rp8.175.000.000, serta penyaluran zakat produktif melalui BUMD Jatim sebesar Rp50.000.000.
Bantuan sosial dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencakup berbagai program perlindungan sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp3.878.000.000 untuk 1.939 keluarga penerima manfaat, bantuan sosial Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp435.600.000 untuk 121 penerima, serta bantuan KIP PPKS Jawara Rp285.000.000 untuk 95 penerima.
Selain itu, disalurkan pula bantuan operasional dan tali asih bagi pilar-pilar sosial yang berperan langsung dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat, meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan total bantuan sebesar Rp315.600.000 untuk 166 penerima.
Khofifah menjelaskan bahwa bantuan ASPD diberikan sebesar Rp3.600.000 per tahun yang disalurkan secara bertahap dalam empat kali penyaluran. Mekanisme ini dilakukan agar proses pendampingan dan pemantauan terhadap penerima bantuan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Untuk ASPD, mereka satu tahun mendapat Rp3.600.000 dibagi empat kali supaya ada continuity penyapaan. Kemudian ada PKH Lansia, setahun mendapat Rp2 juta per triwulan, semuanya berbeda sesuai dengan hasil assesment di lapangan," jelas Khofifah.
Lebih lanjut, untuk bantuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim juga disalurkan berbagai program pemberdayaan desa, di antaranya Program Desa Berdaya sebesar Rp100.000.000 untuk satu desa, Program Jatim Puspa sebesar Rp296.550.000 untuk dua desa, bantuan BUMDes sebesar Rp100.000.000, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten sebesar Rp 25.000.000.
Sementara itu, bantuan keuangan desa juga disalurkan melalui berbagai perangkat daerah, meliputi Rp200.000.000 untuk dua desa melalui Dinas PMD Jatim, Rp4.325.000.000 untuk 23 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim, lalu Rp3.450.000.000 untuk 26 desa melalui Dinas PU Bina Marga Jatim, serta Rp200.000.000 untuk satu desa melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.
Berbagai bantuan tersebut, kata dia, difokuskan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial, sekaligus memperkuat kemandirian desa dan masyarakat.
"Fokus utamanya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan dan menekan ketimpangan. Harapannya, perlindungan sosial ini adaptif dan mampu memberdayakan sekaligus memperkuat kemandirian desa dan masyarakat," ungkapnya.
Tak hanya bantuan sosial, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan program pembinaan jalan bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan berupa 250 drum aspal, serta bantuan material bagi korban bencana angin kencang senilai Rp100.000.000.
Terkait bantuan 250 drum aspal, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membantu penanganan kerusakan jalan, terutama di tengah musim hujan yang cukup panjang.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Pamekasan melalui berbagai program bantuan tersebut.
Ia meyakini bantuan yang diberikan akan semakin memotivasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Ada tiga hal yang menjadi prioritas Pemkab Pamekasan. Yang pertama adalah pengobatan bagi yang penyakit serius di Rumah Sakit, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, serta pengentasan kemisikinan bagi mereka yang berada dibawah garis kemiskinan," ucapnya.
"Kami berharap dengan kunjungan Gubernur Jatim dan adanya bantuan aspal serta pasar murah, bisa meringankan beban masyarakat di masa mendatang," tutur bupati. (*).
