KETIK, PEMALANG – Proses rekonstruksi ruas Jalan Kedunggong–Medayu di Desa Jatingarang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang menuai sorotan.
Meski masih dalam tahap pengerjaan dan belum dibuka untuk seluruh jenis kendaraan, sejumlah titik pada badan jalan sudah mengalami keretakan.
Pantauan media ketik.com di lokasi, Jumat, 28 November 2025, menunjukkan sedikitnya tiga titik retakan, mulai dari retak rambut hingga retak melintang yang menjalar dari sisi kanan hingga kiri jalan. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek tersebut.
“Sudah retak, baru dicor. Padahal belum dilewati kendaraan karena jalan ditutup,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain keretakan, proses pemasangan besi dowel juga dinilai janggal. Terlihat pekerja menginjak atau menekan besi dowel saat proses pengecoran berlangsung, sehingga menimbulkan tanda tanya terkait penerapan standar teknis.
Seorang pria yang mengaku sebagai mandor proyek menyampaikan bahwa keretakan semacam itu kerap terjadi, terutama di wilayah pegunungan yang memiliki struktur tanah labil.
"Kalau di daerah pegunungan itu rata-rata seperti itu, Pak. Kalau daerah datar mending, tanahnya tidak gerak,” ujarnya.
Sejumlah pekerja proyek sedang menginjak besi dowel dalam proses pemasangannya (Foto: Slamet/Ketik)
Ia memastikan retakan tersebut akan diperbaiki karena proses pengerjaan baru mencapai 60 persen. Ia juga menegaskan bahwa pemasangan dowel dilakukan setiap lima meter.
Berdasarkan penelusuran, proyek rekonstruksi ruas Jalan Kedunggong–Medayu merupakan satu paket dengan pembangunan ruas Jalan Gejos–Tlagasana.
Proyek tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp3.844.095.338,69. Adapun penyedia jasa adalah CV Sumber Mas, sedangkan pengawasan dikerjakan oleh CV Global Disain.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pemalang, Joko Tri Asmoro, saat dikonfirmasi mengenai teknis pemasangan besi dowel, meminta agar pertanyaan diarahkan kepada konsultan pengawas. Namun, hingga berita ini diturunkan, Joko belum memberikan tanggapan terkait keretakan hasil pengecoran tersebut.
“Tanya ke konsultan, Mas. Ada konsultannya,” tulis singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon. (*)
