KETIK, MALANG – Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Malang mewakili Jawa Timur untuk mengikuti Jambore Nasional 2026. Di Hari Pramuka ini, Pramuka Kota Malang membawa gagasan teknologi untuk ketahanan pangan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan sebagai kota pendidikan, Kota Malang harus memberikan kontribusi. Terlebih ketahanan pangan menjadi program yang diprioritaskan oleh Presiden.
"Kwarcab Pramuka Kota Malang sebagai perwakilan Jawa Timur. Dari Kota Pendidikan, Pramuka Jawa Timur menghadirkan teknologi untuk masa depan pangan Indonesia,” ujarnya, Jumat 14 Agustus 2026.
Bahkan Kota Malang juga dapat menjadi laboratorium bagi inovasi pendidikan dan teknologi masyarakat. Kolaborasi yang terjalin antara Pramuka, instansi pendidikan, komunitas hingga pemerintah harus digalakkan.
"Kota Malang dapat ditempatkan sebagai laboratorium inovasi pendidikan dan teknologi masyarakat, karena perguruan tinggi, sekolah, komunitas teknologi, dan gerakan Pramuka dapat berkolaborasi menghasilkan teknologi tepat guna yang kemudian diterapkan di desa-desa atau daerah yang memiliki keterbatasan air," katanya.
Baca Juga:
Prabowo Gembor-Gembor Swasembada Daging, Harga Daging di Kota Malang Justru Melambung TinggiKetua Pramuka Kota Malang, Ginandar Yoni menjelaskan kontingen Pramuka Kota Malang terdiri dari Pimpinan Kontingen Putra dan Putri masing-masing satu orang, Pembina Pendamping Putra dan Putri masing-masing 2 orang, serta peserta didik putra dan putri masing-masing 16 orang.
"Kwarcab melakukan seleksi yang cukup panjang, cukup ketat. Artinya bukan saja masalah kapasitas atau kualitas adik-adik, tapi juga banyak faktor yang harus kita pertimbangkan. Dari orang tua, gugus depan, unit pendidikan, dan sebagainya. Kemudian dari semua gugus depan unit satuan pendidikan terpilih 32 kontingen," ujarnya.
Sebelum berangkat, anggota kontingen juga dibekali dengan pembinaan. Melibatkan tim dari unsur Pelatih Pusdiklatcab Witaraga, Pembina dan Pelatih yang berkompetensi lainnya.
"Seluruh kontingen di Jambore Nasional ke-12 Cibubur akan belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, memimpin dan dipimpin, menyelesaikan masalah, dan belajar menjadi manusia Indonesia yang sesungguhnya," pungkasnya. (*)