Pemkab Bojonegoro Gandeng Unair Kembangkan Desa Palembon sebagai Sentra Bebek Petelur Berbasis Pemberdayaan Warga

Jurnalis: Sukiman
Editor: Muhammad Faizin

28 Jan 2026 07:40

Thumbnail Pemkab Bojonegoro Gandeng Unair Kembangkan Desa Palembon sebagai Sentra Bebek Petelur Berbasis Pemberdayaan Warga
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan apresiasinya kepada FKH Unair Surabaya. (Foto: Diskominfo Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan. Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Pemkab Bojonegoro menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk mengembangkan program peternakan bebek petelur berbasis pendampingan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan peluncuran desa binaan sekaligus penyerahan bantuan bebek petelur di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Selasa, 27 Januari 2025. Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi warga desa melalui pemanfaatan potensi peternakan lokal.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Setiap paket bantuan terdiri atas 17 ekor bebek petelur, pakan seberat 50 kilogram, serta uang tunai sebesar Rp300 ribu. Total sebanyak 20 keluarga penerima manfaat akan memperoleh bantuan yang sama.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi sinergi antara FKH Unair dan Pemkab Bojonegoro. Ia menilai pengembangan ternak bebek petelur memiliki peluang besar untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga:
Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

“Kita melihat dari telur asin saja itu berasal dari telur bebek. Bebek ini juga mudah dikembangkan karena telurnya bisa ditetaskan sekitar 21 hari, kemudian dalam lima bulan sudah bisa bertelur kembali. Ini peluang besar untuk dikembangkan melalui berbagai inovasi,” ujarnya.

 

Foto FKH Unair Surabaya bersama Disnakkan BojonegoroFKH Unair Surabaya bersama Disnakkan Bojonegoro seusai acara. (Foto: Diskominfo Bojonegoro)

 

Baca Juga:
Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Nurul Azizah menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan. Setelah sebelumnya menjalankan Program Domba Kesejahteraan, Lele Kolega, dan Ayam Gayatri, kini Pemkab Bojonegoro memperluas fokus ke pengembangan bebek petelur sebagai alternatif sumber pendapatan warga.

Pada tahun 2025, Program Gayatri telah menjangkau sekitar 5.400 keluarga penerima manfaat (KPM), sementara Program Domba Kesejahteraan menyasar 1.200 KPM. Jika digabung dengan tahun-tahun sebelumnya, sekitar 10 ribu KPM telah terlibat dalam program kemandirian ekonomi. Pemerintah memastikan program tersebut akan terus berlanjut pada 2026.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkab Bojonegoro juga berencana memperbarui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ke depan, skema Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan dipadukan agar masyarakat lebih memahami bentuk dukungan yang diterima.

Sementara itu, Dekan FKH Universitas Airlangga, Prof. Dr. Lilik Maslahah, menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat ini melibatkan sekitar 40 dosen FKH Unair yang terjun langsung ke Desa Palembon. Mereka akan mendampingi 20 penerima manfaat dalam pengelolaan peternakan bebek.

“Kegiatan ini didukung berbagai sponsor untuk mewujudkan mimpi bersama menjadikan Desa Palembon sebagai pilot project peternakan bebek. Kami mengapresiasi Pemkab Bojonegoro atas kepercayaan dan tempat yang telah diberikan,” ungkapnya.

Prof. Lilik berharap Desa Palembon dapat berkembang menjadi sentra peternakan bebek sekaligus penghasil produk olahan turunannya. Program pendampingan direncanakan berlangsung selama lima tahun, mulai 2026 hingga 2030.

“Jika program ini sukses, tidak menutup kemungkinan akan kami kembangkan ke kecamatan atau kabupaten lain. Kami juga akan menggarap aspek kesehatan masyarakat, khususnya penanganan stunting pada anak-anak,” tambahnya.

Selain pendampingan teknis, FKH Unair juga merencanakan pemberian mesin tetas pada Mei mendatang untuk mempercepat peningkatan populasi bebek. Diharapkan, para penerima manfaat mampu mengelola ternak secara mandiri dengan dukungan berkelanjutan dari akademisi.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa.

“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa melalui pendampingan, edukasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Desa Palembon dipilih karena memiliki potensi wilayah yang baik serta dukungan penuh dari pemerintah desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, para dosen FKH Unair memberikan edukasi mulai dari perawatan ternak, pencegahan penyakit, hingga pembuatan obat herbal tradisional. Pendampingan tersebut diharapkan dapat direplikasi ke wilayah lain.

“Kami memiliki program Domba Kesejahteraan, Lele Kolega, dan Ayam Gayatri. Dengan pendampingan ini, kami berharap peternak bisa beternak secara lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan ditetapkannya Desa Palembon sebagai desa binaan, program pendampingan peternakan bebek petelur akan berjalan secara terstruktur dalam jangka panjang pada periode 2026–2030, guna meningkatkan produktivitas ternak, kesehatan hewan, dan kesejahteraan masyarakat desa. (*)

 

Baca Sebelumnya

Komitmen Jaminan Kesehatan, Pemkab Bojonegoro Sabet UHC Award 2026

Baca Selanjutnya

Sleman Sabet Penghargaan UHC Madya, Cakupan JKN Tembus 98,99 Persen

Tags:

Pemkab Bojonegoro #Sinergi dengan FKH Unair Surabaya #tingkatkan hasil peternak bebek #Desa Kanor dan Palembon Bojonegoro

Berita lainnya oleh Sukiman

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

14 April 2026 16:59

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

14 April 2026 15:30

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 15:10

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

13 April 2026 18:15

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

13 April 2026 17:50

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

12 April 2026 19:02

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar