KETIK, TUBAN – Dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi tepat guna terus dilakukan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), tim dosen Unugiri melakukan pendampingan penerapan alat pengusir hama berbasis gelombang Ultrasonik di Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, 4 Juni 2026.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para petani yang selama ini menghadapi persoalan klasik di sektor pertanian, yakni serangan hama tikus yang menyebabkan kerusakan tanaman dan menurunkan hasil panen.
Melalui kegiatan PKM PMP Unigiri tersebut, masyarakat diperkenalkan teknologi pengendalian hama yang lebih aman, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan di lahan persawahan.
Tim PkM dipimpin Muhammad Jauhar Vikri, bersama Roihatur Rohmah, dan Putri Liana itu, memberikan sosialisasi, demonstrasi alat, serta pendampingan langsung kepada petani mengenai cara kerja dan pemanfaatan perangkat pengusir hama berbasis gelombang ultrasonik.
Perbedaan dengan penggunaan racun atau metode pengendalian konvensional lainnya, alat pengusir tikus yang bekerja dengan menghasilkan gelombang ultrasonik yang tidak terdengar oleh manusia, namun mampu mengganggu kenyamanan tikus. Akibatnya, tikus tidak betah berada di area persawahan dan secara bertahap akan menjauh dari lokasi tersebut.
Ketua Tim PkM, Muhammad Jauhar Vikri, menjelaskan bahwa teknologi ini dikembangkan sebagai salah satu alternatif solusi yang dapat membantu petani mengurangi dampak serangan hama tanpa menimbulkan risiko terhadap lingkungan.
"Perangkat pengusir hama berbasis ultrasonik dapat diterapkan di lahan persawahan sebagai alternatif pengendalian hama yang aman dan ramah lingkungan," jelas Vikri dalam keterangan tulisnya, Kamis 4 Mei 2026.
Menurutnya, Teknologi pengusir tikus ini tidak membunuh tikus secara langsung, melainkan mengganggu kenyamanannya sehingga secara bertahap menjauh dari area pertanian,” sambungnya
Di kesempatan Kelompok Tani Sekar Murni Sukosewu Agus menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kelompok tani atau Poktan dalam program pengabdian dinilai memberikan wawasan baru bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim PkM Unugiri yang telah melibatkan Kelompok Tani Sekar Murni dalam kegiatan ini. Kami berharap program seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani,” ungkap Agus.
Selain memperkenalkan teknologi pengusir hama, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Para petani memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani, diharapkan lahir berbagai inovasi sederhana yang mampu menjawab tantangan nyata di lapangan. Kehadiran teknologi ultrasonik ini menjadi langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
"Program ini juga menunjukkan komitmen Unugiri Bojonegoro dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendekatkan hasil inovasi dan penelitian kepada masyarakat agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan petani," timpal Putri Liana tim PkM Unugiri.(*)
