KETIK, ACEH SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyalurkan 174 unit tong sampah merek KLEEN. Pengadaan ini bersumber dari dana bantuan Presiden (Banpres) Prabowo Subianto untuk mengatasi permasalahan sampah pascabanjir di wilayah tersebut.
Kepala DLH Aceh Singkil, Surkani, menyatakan bahwa distribusi bantuan difokuskan pada titik-titik strategis yang melayani masyarakat luas.
"Sasaran penyaluran tong sampah praktis ini kita utamakan terhadap fasilitas umum berupa rumah ibadah, sekolah, kantor pemerintahan, kantor desa, puskesmas, RSUD, dan kios pelaku usaha kecil," kata Surkani, Rabu, 28 Januari 2026.
Surkani menjelaskan, awalnya Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menyarankan agar dana bantuan dialokasikan untuk pengadaan kontainer sampah (bak besar). Namun, setelah mempertimbangkan aspek efisiensi dan kebutuhan mendesak, pihak DLH mengusulkan pengadaan tong sampah plastik yang dinilai lebih praktis.
"Mungkin kalau pengadaan kontainer sampah itu perlu pemesanan dan pembuatan terlebih dahulu, kayaknya tidak ada dijual barang jadi, dan unitnya pun hanya satu atau dua saja yang dapat diadakan dengan kemampuan dana yang tersedia," jelas Surkani.
Dengan anggaran sebesar Rp300 juta, DLH menyediakan total 174 unit tong sampah yang terdiri dari dua jenis ukuran berbeda.
“Rinciannya, tong sampah KLEEN ukuran 120 liter mampu kita beli sebanyak 150 unit, dan ukuran 660 liter ada 24 unit," ujarnya.
Menurut Surkani, pengalokasian Banpres pascabanjir dan longsor untuk sektor kebersihan ini telah sesuai dengan regulasi yang ada. Ia menyebutkan bahwa dalam pedoman teknis bantuan tersebut, penanganan kebersihan memang menjadi salah satu poin yang tercantum.
“Pada pedoman teknis bantuan presiden (Banpres) tersebut ada tercantum penanganan kebersihan,” pungkas Surkani.(*)
