KETIK, MALANG – Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan kegiatan UB Loop Run 50K untuk memperingati HUT ke-50 pada Jumat, 28 Mei 2026
Acara ini adalah kegiatan lari 50 kilometer mengelilingi Lapangan Rektorat sejak pukul 03.00 - 10.30 WIB sebagai bentuk solidaritas antar anggota.
Kegiatan ini menjadi simbol dari perjalanan panjang IMPALA UB selama setengah abad dalam membangun semangat petualangan, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Dalam kegiatan ini, pelari utama akan berlari sembari membawa Pataka Oranye IMPALA UB sebagai simbol kehormatan, sejarah, dan identitas organisasi serta menggambarkan perjalanan dari masa ke masa selama 50 tahun. Dalam lari memutari lapangan rektorat, pelari utama akan dikawal dan berlari sebanyak kurang lebih 150 kali putaran.
Momentum seluruh anggota IMPALA UB berlari mengelilingi lapangan Rektorat Universitas Brawijaya. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota IMPALA UB, mulai dari angkatan tahun 1976 hingga 2025. Kegiatan ini menjadi momentum untuk terus menyambung tali silaturahmi dan terus bersama dalam mewujudkan pesan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan hidup.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk menunjukkan bahwa semangat petualangan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap alam.
Pada peringatan HUT ke-50 tahun ini, Wakil Rektor III Universitas Brawijaya, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., menyampaikan bahwa sangat gembira ketika melihat para alumni UB bisa sukses dan tetap menjalin komunikasi. Dengan kehadiran alumni pada kegiatan ini, tentunya menunjukkan kekompakan dari generasi ke generasi pada UKM IMPALA.
"Kegiatan ini yang juga dihadiri alumni, menunjukkan kekompakan IMPALA UB dari generasi ke generasi tetap ada. Kami merasa sangat bergembira jika alumni-alumni UB sukses di sana dan sebagainya, paling kami cuman bisa memberikan penghargaan sertifikat atau lainnya, mohon diterima," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa banyak UKM hingga komunitas yang telah didirikan oleh alumni dan setiap menyelenggarakan kegiatan, ia selalu datang untuk memenuhi undangan. Menurutnya, hal tersebut menjadi upaya untuk menjaga komunikasi para alumni dengan UB.
"Saya selalu berupaya untuk hadir di berbagai macam komunitas alumni tersebut. Sehingga hubungan yang positif antara alumni yang masuk di berbagai macam komunitas dengan lembaga dapat terus terjaga dan terbina dengan baik," tutur Setiawan.
Salah satu alumni UB yang tergabung pada IMPALA UB adalah Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati sebagai akademisi sekaligus Guru Besar Universitas Brawijaya. Ia dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai akademisi, Prof. Sasmito aktif dalam mendukung berbagai gagasan tentang konservasi lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, dan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
Sebagai anggota IMPALA UB angkatan pertama pada tahun 1976, ia sangat aktif melakukan aktivitas di alam terbuka dan olahraga ketahanan.
"Uniknya kan di Impala ini tidak ada alumni sebetulnya, alumni universitas ya, tapi masih tetap menjadi anggota. Itu ciri-ciri uniknya dari IMPALA. Sehingga kami semuanya kayak tadi misalnya kita punya program untuk Elbrus. Kita kan punya dana, yang membutuhkan dana banyak adik-adik. Sehingga alumni-nya juga bergerak karena kami masih terikat sebagai anggota," jelas Prof. Sasmito.
Pada momentum ini, ia menyampaikan sebagai alumni, tentunya turut berperan aktif pada semua program yang dibuat oleh anggota muda. Selain itu, ia juga terus membawa misi kelestarian alam kepada para generasi muda yang terikat di UKM IMPALA UB.
"Bagi kami yang sudah tua ini, artinya umur di atas 60 ya. Itu juga masih terikat.Untuk membantu, untuk membawa misi, kelestarian alam itu kan visinya umat manusia yang harus dijaga. Kita lihat perubahan alam yang sangat drastis. Itu kan membutuhkan cara berpikir seperti anak-anak IMPALA ini," ungkapnya.
Pada momen ini, Prof. Sasmito berharap agar para generasi muda bisa aktif dalam organisasi seperti IMPALA UB yang di mana pada era majunya teknologi, para mahasiswa sibuk dnegan segala kegiatan akademik.
"Harapannya sekarang itu kan ketika anak-anak atau mahasiswa-mahasiswa kita yang sudah terlalu sibuk secara akademik, tapi kan punya era yang sangat digital. Sehingga seharusnya harapan saya mahasiswa itu aktif di lembaga seperti IMPALA UB ini," ujarnya penuh harapan.(*)
