Banner #ketikmudik

Pastikan Kesiapsiagaan Lebaran, Gubernur Khofifah Bareng Kepala BASARNAS Tinjau Posko Tanjung Perak

22 Maret 2026 15:27 22 Mar 2026 15:27

Thumbnail Pastikan Kesiapsiagaan Lebaran, Gubernur Khofifah Bareng Kepala BASARNAS Tinjau Posko Tanjung Perak

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas meninjau kesiapsiagaan SAR Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu, 22 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meninjau Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah pada Minggu, 22 Maret 2026 di Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor berjalan maksimal untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas dan potensi kondisi darurat selama arus mudik dan balik Lebaran.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Khofifah turut mendampingi langsung ke Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di titik strategis Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu simpul utama mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Basarnas untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode Lebaran Idul Fitri 1447 H.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, terukur dan terkoordinasi dengan baik antarinstansi.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen sudah dalam kondisi siap siaga secara maksimal, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi. Momentum Lebaran ini mobilitas masyarakat meningkat signifikan, sehingga seluruh potensi risiko harus diantisipasi sejak dini,” tegas Khofifah.

Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus didukung oleh langkah-langkah mitigasi dan edukasi yang berkelanjutan.

“Kesiapsiagaan maksimal berarti kita tidak hanya siap merespons, tetapi juga mampu memitigasi risiko sejak awal melalui koordinasi yang solid dan kesiapan yang terukur,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya penguatan edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana sejak usia sekolah.

Ia bahkan mendorong agar kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat mengintegrasikan pendidikan kewaspadaan kebencanaan secara lebih terstruktur.

“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar awareness terbentuk kuat. Ini penting untuk membangun budaya siaga bencana sejak awal,” ujarnya.

Khofifah juga mengusulkan agar peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang dapat menjadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, termasuk melalui pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa.

“Jika ini dapat diimplementasikan, maka pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, apabila dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap mengintegrasikan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA/SMK,” katanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

SAR kesiapsiagaan lebaran Tanjung perak Gubernur Basarnas siaga Bencana ketikmudik Khofifah