Muhsin Budiono Tuai Pujian di Forum Global Australia, Kenalkan ARDENT Followership Versi Asia

4 April 2026 22:58 4 Apr 2026 22:58

Thumbnail Muhsin Budiono Tuai Pujian di Forum Global Australia, Kenalkan ARDENT Followership Versi Asia

Bapak Followership Indonesia, Muhsin Budiono, menuai pujian dalam paparannya di forum global Australia. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Pakar sekaligus pionir followership Indonesia, Muhsin Budiono, kembali diundang menjadi pembicara kunci di forum internasional yang digelar di Queensland University of Technology, Australia, Rabu-Jumat, 1-3 April 2026.

Muhsin membawa materi "Redefining ARDENT Followership in the Asian Corporate Context through ARDENT Followership Matrix" di Global Followership Conference Asia Pacific tersebut.

Forum bergengsi ini diikuti 47 peserta dari berbagai negara. Seperti Australia, Kanada, USA, Prancis, Tanzania, South Africa, Indonesia. Mereka hadir dengan latar belakang berbeda. Ada yang peneliti, akademisi, dosen, praktisi, mahasiswa doktoral, magister dan unsur lainnya. 

Dalam paparannya, alumni ITS tersebut menjelaskan bahwa ARDENT Followership adalah sebuah model atau kerangka kerja pengikut (followership) yang diperkenalkan oleh Syed Gaous, seorang pakar Human Resources.

Istilah "ARDENT" merupakan akronim yang merangkum perilaku utama yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja abad ke-21 yang kompleks dan cepat.

"Model ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan di tempat kerja dengan mendorong followers untuk tidak sekadar patuh, tetapi menjadi mitra aktif bagi pemimpin mereka," ujar Muhsin saat diwawancarai Ketik.com, Sabtu, 4 April 2026.

Foto Muhsin Budiono menjadi center of attention dalam sharing session di Forum Followership Global Australia. (Foto: Dok. Ketik.com)Muhsin Budiono menjadi center of attention dalam sharing session di Forum Followership Global Australia. (Foto: Dok. Ketik.com)

Model ARDENT menekankan pada tiga aspek. Pertama, keterlibatan aktif. Artinya pengikut yang tidak hanya menunggu instruksi, tetapi mengambil inisiatif untuk mendukung visi bersama.

Kedua, keberanian moral. Yakni, kemampuan untuk memberikan tantangan yang konstruktif kepada pemimpin demi kebaikan organisasi.

Ketiga, loyalitas yang cerdas. Poin ini menegaskan kesetiaan yang didasarkan pada kompetensi dan nilai, bukan sekadar kepatuhan buta.

Model ARDENT, menurut Muhsin, masih relevan sebab model ini sebagai respons terhadap pergeseran dinamika kerja, di mana model kepemimpinan tradisional "top-down" mulai dianggap kurang efektif bagi generasi pekerja muda. 

Fokusnya adalah membangun rasa memiliki, meningkatkan agilitas dan melengkapi kepemimpinan. 

"ARDENT model ini sebenarnya konsep yang bagus, namun karena dikembangkan di negara Barat, ia menemukan beberapa kekurangan dan ketidakcocokan apabila konsep tersebut diterapkan mentah-mentah pada korporasi di Asia yang terkenal dengan Power Distance yang tinggi," papar Muhsin yang juga dikenal sebagai Bapak Followership Indonesia ini. 

Oleh karenanya, Muhsin menyempurnakan konsep tersebut dengan menambahkan perspektif korporasi Asia ke dalamnya.

Muhsin juga menciptakan Matrix baru dari hasil pemikirannya untuk dapat mengukur posisi kuadran perilaku khusus followers dalam model ARDENT tersebut.

Presentasi Muhsin memukau dan menuai pujian peserta konferensi yang hadir sebab mampu memodifikasi sekaligus mengimplementasikan konsep ARDENT Followership model yang sebelumnya kebarat-baratan menjadi sesuai dengan budaya di Asia.

Melalui sharing gagasan dalam forum tersebut, Muhsin Budiono semakin mendapat validasi global sebagai Pakar Followership yang konsisten dan concern dalam pengembangan followership di Asia khususnya di Indonesia.

Muhsin Budiono dikenal sebagai pakar sekaligus pionir followership di Indonesia yang tersertifikasi internasional (satu-satunya di Indonesia), memiliki jaringan global dan belajar langsung dari pakar followership dunia seperti Ira Chaleff dan Robert Kelley.

Ia aktif menyebarkan konsep followership untuk membangun kemitraan efektif antara pemimpin dan pengikut melalui buku, training, seminar, video animasi, dan lainnya. 

Muhsin berfokus pada pengembangan awareness model courageous follower yaitu followers yang aktif, kritis, dan berintegritas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Muhsin Budiono Followership Pakar followership Bapak Followership Indonesia