KETIK, SURABAYA – Pramuka Jawa Timur menggagas pemanfaatan limbah dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) dikonversi menjadi biogas dan pupuk organik.
Gagasan ini lahir atas diskusi Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selaku Kamabida Jawa Timur di Grahadi, Surabaya, Rabu, 1 April 2026.
"Sebagai wujud dukungan Pramuka Jatim terhadap program-program Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah meminta Kwarda Jatim mengoptimalkan Program Pramuka Produktif salah satunya pemanfaatan limbah dapur MBG agar dikonversi menjadi olahan yang bermanfaat," kata Arum Sabil.
Salah satu langkah yang disiapkan, lanjut Arum Sabil, adalah pemanfaatan limbah dapur MBG menjadi biogas dan pupuk organik.
Bukan suatu yang mustahil. Di tangan insan Pramuka yang menjunjung tinggi inovasi serta kreativitas, limbah dapur MBG akan dijadikan objek studi sekaligus uji coba untuk konversi pemanfaatan pupuk subsidi atau bahkan biogas.
"Kita belajar dan melibatkan juga instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur untuk turut menyukseskan gerakan ini," ucapnya.
Silaturahim keluarga besar Kwarda Pramuka Jatim bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa selaku Kamabida Jatim. (Foto: Naufal/Ketik.com)
Arum Sabil optimistis gerakan ini bisa berjalan karena Dinas Sosial Pemprov Jatim memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan dapur umum yang biasa ditetapkan dalam kebencanaan.
"Kami terinspirasi dari Ibu Gubernur Khofifah bagaimana beliau konsisten menghadirkan dapur umum yang ramah lingkungan dan semua limbahnya bisa dikonversi menjadi olahan yang bermanfaat," tutur pria yang juga Ketua DPD HKTI Jawa Timur.
Dalam Program Pramuka Produktif ini, kader-kader Pramuka Jatim dilatih tidak hanya pandai memasak, mengolah, menyajikan, tapi juga memanfaatkan limbah yang dihasilkan.
"Ini yang disebut sebagai kedaulatan pangan dan energi sesuai dengan spirit kita sebagai keluarga besar Pramuka Jawa Timur," pungkasnya. (*)
