KETIK, PACITAN – Truk bermuatan minyak goreng terguling di jalur alternatif Pacitan-Pringkuku, tepatnya di tikungan Desa Sedeng, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kecelakaan tunggal tersebut menyebabkan sebagian badan jalan tertutup kendaraan dan muatan minyak goreng yang tumpah membuat permukaan jalan menjadi licin.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Truk Mitsubishi Engkel bernomor polisi B 9087 OB warna kuning itu diketahui dikemudikan Ervan Nurdin dan melaju dari arah Pringkuku menuju Pacitan.

Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan melintasi jalan yang menurun sekaligus menikung.

Baca Juga:
HUT ke-81 RI, Ketua DPRD ASB: Pemuda Pacitan Jangan Gampang Terprovokasi Medsos

Diduga terdapat kendala pada sistem pengereman sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.

Truk kemudian hilang kendali, terperosok, dan akhirnya terguling di tengah jalan.

Akibat kejadian tersebut, sebagian jalur dari arah Pacitan menuju Pringkuku sempat tertutup. Muatan minyak goreng yang dibawa truk juga tumpah ke permukaan jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan, Ipda Agustaf Yunastianto, S.H., M.H., mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Baca Juga:
Ada Eks Napi di Pilkades Pacitan 2026, DPRD Minta Status Calon Dipublikasikan

Namun, pengemudi mengalami luka pada bagian tangan dan kepala. Saat dievakuasi, pengemudi masih dalam kondisi sadar.

“Pengemudi kendaraan roda empat Mitsubishi Truk Engkel No. Pol. B 9087 OB warna kuning mengalami luka di tangan dan kepala namun masih dalam keadaan sadar. Kendaraan mengalami rusak bodi bagian kanan,” jelas Ipda Agustaf, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Petugas kepolisian bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terguling.

Truk ditarik menggunakan tali agar dapat dipindahkan dari badan jalan dan arus lalu lintas kembali normal.

Sementara itu, tumpahan minyak goreng di permukaan jalan ditutup menggunakan tanah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan lain akibat kondisi jalan yang licin.

Polisi mengimbau pengendara yang melintas di jalur tersebut agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama proses pembersihan sisa tumpahan minyak.

“Untuk pengendara yang melintas agar lebih berhati-hati karena jalanan menjadi lebih licin,” ujarnya.

Selain itu, polisi mengingatkan kendaraan dengan muatan tonase besar agar tidak menggunakan jalur alternatif Sedeng.

Kendaraan berat disarankan menggunakan jalur Pringkuku-Dadapan yang dinilai lebih aman.

Imbauan tersebut diberikan lantaran jalur alternatif Sedeng memiliki sejumlah titik jalan menurun dan menikung yang membutuhkan kewaspadaan lebih, terutama bagi kendaraan dengan muatan berat.

“Kami mengimbau kepada para pengemudi yang membawa kendaraan dengan muatan tonase besar untuk tidak melintasi jalur alternatif Sedeng, tetapi melalui jalur Pringkuku-Dadapan yang lebih aman,” kata Ipda Agustaf.

Polisi berharap pengemudi kendaraan berat memperhatikan kondisi serta karakteristik jalan sebelum menentukan jalur perjalanan. Langkah tersebut penting untuk mencegah kecelakaan serupa dan menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.(*)