Sudah Disebar 4,8 Ton Garam, Hujan Buatan yang Sasar Pacitan Belum Berhasil

29 September 2026 18:39 29 Sep 2026 18:39

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Sudah Disebar 4,8 Ton Garam, Hujan Buatan yang Sasar Pacitan Belum Berhasil

Kondisi wilayah Pacitan yang saat mendung berangin namun masih menghadapi kekeringan selama musim kemarau, Selasa, 29 September 2026. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah menyebarkan 4,8 ton garam melalui enam kali penerbangan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di Jawa Timur, namun dampaknya terhadap Pacitan dinilai belum signifikan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang hujan di Jawa Timur belum memberikan dampak signifikan bagi Kabupaten Pacitan. 

Sejak operasi dimulai pada Kamis, 3 September 2026, hingga Selasa, 29 September 2026, belum ada hujan yang turun di Kota 1001 Gua, sementara kondisi kekeringan masih terjadi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Tri Arso mengatakan operasi modifikasi cuaca yang sebelumnya dilakukan masih menyasar kawasan Bromo dan sekitarnya. 

Dampaknya terhadap Pacitan hingga kini belum begitu signifikan.

“Masih menyasar karhutla di kawasan Bromo dan sekitarnya,” kata Yagus saat dikonfirmasi Ketik.com, Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, salah satu kendala dalam upaya memicu hujan di Pacitan adalah ketersediaan bibit awan di wilayah selatan.

“Kalau dampak ke Pacitan belum begitu signifikan. Bibit awan di selatan tidak ada. Jadi agak susah memancing hujan,” ujarnya.

Meski dampaknya terhadap Pacitan belum signifikan, Yagus menyebut operasi modifikasi cuaca telah berhasil menjangkau sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

“Hujan buatan ini berhasil menjangkau sejumlah daerah seperti Malang Raya, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, hingga kawasan sekitar Gunung Bromo,” jelasnya.

Wilayah tersebut tercatat merasakan dampak positif berupa turunnya hujan untuk menekan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Sebelumnya, OMC di Jawa Timur telah menyebarkan 4,8 ton natrium klorida (NaCl) atau garam melalui enam kali penerbangan.

Bahan tersebut digunakan sebagai bahan semai untuk meningkatkan peluang terbentuknya hujan.

Setiap penerbangan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai, dengan sasaran sejumlah kawasan pegunungan yang memiliki riwayat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kabupaten Pacitan menjadi salah satu wilayah yang masuk sasaran karena masih menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

Sebagai informasi, berdasarkan data pemantauan alat Automatic Rain Gauge (ARG) pada September 2026, Pacitan termasuk salah satu dari enam kabupaten di Jawa Timur yang menjadi sasaran prioritas.(*)

Tombol Google News

Tags:

Yagus Tri Arso Maksum Purwanto BPBD Pacitan BMKG Operasi Modifikasi Cuaca Omc Jawa Timur Hujan Buatan Kekeringan Pacitan Karhutla Pacitan Garam Nacl Bibit Awan Musim Kemarau kabupaten pacitan Berita pacitan Info Pacitan