Menu MBG “Jangan Tewel” Diprotes, Dapur SPPG WR Supratman Bendogerit Kota Blitar Disorot

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

12 Feb 2026 15:18

Thumbnail Menu MBG “Jangan Tewel” Diprotes, Dapur SPPG WR Supratman Bendogerit Kota Blitar Disorot
Menu MBG 'jangan tewel' SPPG Jalan WR Supratman Bendogerit, Kota Blitar yang ramai dikeluhkan penerima manfaat, Kamis 12 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar kembali menjadi sorotan. Kali ini, menu sayur nangka muda atau yang akrab disebut “jangan tewel” memicu keluhan dari para wali murid penerima manfaat.

Sorotan tak hanya tertuju pada komposisi menu, tetapi juga pada kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan WR Supratman, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, yang menjadi penyedia makanan.

Sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas gizi menu yang dinilai jauh dari ekspektasi, terlebih jika dikaitkan dengan standar anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp 10 ribu per porsi.

Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, sayur nangka muda, satu butir telur, satu pisang kecil, serta satu kotak susu. Bagi sebagian orang tua, komposisi tersebut belum mencerminkan prinsip gizi seimbang yang menjadi tujuan utama program MBG.

Baca Juga:
PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

“Kalau tujuannya untuk memperbaiki gizi anak-anak, mestinya lauknya lebih variatif dan proteinnya cukup. Ini cuma telur satu, sayurnya tewel,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Kamis 12 Februari 2026. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, Endang Purwono, melalui ahli gizi Dinkes, menilai menu tersebut masih perlu evaluasi dari sisi keseimbangan zat gizi.

“Sangat kurang dari aspek asupan protein dan seratnya. Asupan protein otomatis hanya dari satu butir telur saja, itu jelas tidak mencukupi untuk kebutuhan tumbuh kembang anak,” tegas Endang.

Ia menambahkan, pemilihan jenis sayur juga menjadi perhatian.

Baca Juga:
Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

“Pemilihan sayur seharusnya yang tinggi serat dan vitamin. Kalau hanya tewel, kandungan seratnya tidak optimal dibandingkan jenis sayuran hijau atau kombinasi beberapa sayur,” jelasnya.

Menurutnya, penyusunan menu MBG semestinya mempertimbangkan kecukupan energi, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral secara proporsional.

Tak berhenti pada menu, kondisi fisik dapur SPPG turut menjadi bahan pembicaraan. Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat menggunung di bagian depan area dapur. Bau amis tercium cukup menyengat saat memasuki halaman.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan tentang standar kebersihan dan pengelolaan sanitasi.

“Harusnya ada penutupnya, jangan dibiarkan menumpuk seperti itu. Kalau soal bau, pasti ada sumbernya. Kalau tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan potensi penyakit,” ujar Endang.

Ia menegaskan, lingkungan dapur yang tidak higienis berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun serangga seperti lalat yang dapat mencemari makanan.

Fakta lain yang terungkap, dapur SPPG WR Supratman hingga kini belum mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dokumen tersebut merupakan syarat penting bagi penyedia makanan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi.

“SLHS-nya masih proses sepertinya,” kata Endang singkat.

Tanpa SLHS, operasional dapur dinilai belum sepenuhnya memenuhi aspek legalitas sanitasi yang diwajibkan dalam penyelenggaraan layanan makanan massal.

Upaya konfirmasi kepada pihak pengelola dapur belum membuahkan hasil. Seorang yang mengaku sebagai asisten lapangan menyampaikan bahwa kepala SPPG dan ahli gizi sedang mengikuti rapat daring dengan pihak BGN.

Belum adanya keterangan resmi dari pengelola menambah panjang daftar pertanyaan publik terkait transparansi pengelolaan program.

Program MBG sejatinya dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak sekaligus mencegah stunting. Namun, polemik menu dan temuan di lapangan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh, mulai dari penyusunan menu, pengawasan anggaran, hingga standar kebersihan dapur.

Jika tidak segera dibenahi, program yang diharapkan menjadi solusi peningkatan gizi bisa berbalik menjadi persoalan baru.

Kini, publik menanti langkah tegas dan transparan dari pihak terkait agar MBG benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak Kota Blitar bukan sekadar formalitas program.(*)

Baca Sebelumnya

Pemkot Malang Alokasikan Rp1 Miliar, Prioritaskan 5 Sekolah Rusak Berat

Baca Selanjutnya

Lokasi Huntara Warga Padasari Belum Aman, Pemkab Tegal Siap Sisir Lahan Baru

Tags:

Blitar Kota Blitar MBG SPPG SPPG Jalan WR Supratman Bendogerit SLHS Bau Jangan tewel Sayur nangka BGN

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

15 April 2026 09:23

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar