Sosok Kartini Modern: Sri Wahyuningsih, Jawara Pembela Kaum Perempuan Malang

21 April 2026 12:13 21 Apr 2026 12:13

Thumbnail Sosok Kartini Modern: Sri Wahyuningsih, Jawara Pembela Kaum Perempuan Malang

Sri Wahyuningsih menunjukkan diagram UU TPKS, salah satu UU yang tak lepas dari peran sertanya. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Di tengah berbagai persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, nama Sri Wahyuningsih, SH., M.Pd. telah lama dikenal sebagai sosok yang berdiri di garis depan perjuangan perlindungan perempuan di Malang Raya. Kiprah ini, menjadikannya layak disebut sebagai Kartini modern, perempuan yang tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga mengabdikan hidupnya untuk mewujudkannya.

Sri Wahyuningsih lahir di Madiun pada 21 Mei 1945. Ia menempuh pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan melanjutkan studi magister di IKIP Malang. Sejak awal, minatnya tertuju pada persoalan hukum, gender, dan hak asasi manusia—bidang yang pada masa itu belum banyak mendapat perhatian.

Karier akademiknya berkembang di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, tempat ia mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti hingga mencapai jabatan Lektor Kepala pada 1998. Namun baginya, ilmu hukum bukan sekadar teori, melainkan alat untuk menghadirkan keadilan nyata, terutama bagi perempuan dan anak yang rentan terhadap kekerasan.

Langkah pengabdiannya semakin nyata ketika ia dipercaya memimpin Pusat Pengembangan Hukum dan Gender Fakultas Hukum Universitas Brawijaya pada 2002. Pada tahun yang sama, ia juga menjabat sebagai Direktur Dian Mutiara Women’s Crisis Centre (WCC) Malang, mendampingi korban kekerasan dan perdagangan manusia secara langsung.

Pengalaman lapangan membentuk komitmennya untuk memperkuat perlindungan hukum. Ia terlibat dalam penelitian penting tentang jaringan perdagangan perempuan dan anak di Jawa Timur, serta berkontribusi dalam penyusunan naskah akademik Rancangan Undang-Undang Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada awal 2000-an.

Selain di dunia akademik dan kebijakan, Sri Wahyuningsih aktif dalam berbagai organisasi perlindungan perempuan dan anak di Jawa Timur dan Malang Raya. Ia juga mendorong keterlibatan perempuan dalam politik melalui berbagai forum advokasi dan pendidikan publik.

Dedikasinya yang panjang mendapat pengakuan ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur menganugerahkan penghargaan Gender Champion pada 2020. Meski demikian, ia tetap dikenal sebagai sosok sederhana yang terus berbagi pengetahuan melalui seminar dan pelatihan hingga usia lanjut.

Bagi masyarakat Malang Raya, Sri Wahyuningsih bukan sekadar akademisi atau aktivis. Ia adalah simbol keteguhan dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak—bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dalam tindakan nyata hingga hari ini.
 

Tombol Google News

Tags:

#Sri Wahyuningsih Women Crisis Center #WCC Dian Mutiara Fakultas Hukum UB Universitas Brawijaya #Kartini Modern #Raden Ajeng Kartini Hari Kartini #Info Malang #Berita Malang