KETIK, PEMALANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Parikesit, Desa Pagergunung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, kembali mencatat prestasi membanggakan.
Sepanjang tahun 2025, BUMDes Parikesit berhasil menempati peringkat kelima transaksi terbanyak se-Jawa Tengah dalam ajang SAMSAT Award yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah.
Capaian tersebut diraih setelah unit usaha SAMSAT Budiman yang dikelola BUMDes Parikesit mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp450 juta selama tahun 2025. Atas prestasi itu, BUMDes Parikesit memperoleh hadiah satu unit sepeda motor Yamaha Filano dari penyelenggara.
Direktur BUMDes Parikesit, Eko Budiyanto, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif, konsistensi pelayanan, serta dukungan masyarakat Desa Pagergunung dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 kami berada di peringkat kelima transaksi SAMSAT terbanyak se-Jawa Tengah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eko Budiyanto saat ditemui di Kantor BUMDes Parikesit, Jumat, 30 Januari 2026.
Eko menjelaskan, BUMDes Parikesit mulai menjalin kerja sama resmi dengan SAMSAT Budiman pada 16 Desember 2023. Dampak signifikan dari kerja sama tersebut mulai terlihat pada tahun 2024, di mana BUMDes Parikesit berhasil meraih peringkat ketiga secara tahunan dan memperoleh sejumlah penghargaan.
“Di tahun 2024 kami dapat peringkat ketiga. Semester pertama peringkat kedua, semester kedua mendapatkan sepeda motor. Lalu di 2025, meskipun turun ke peringkat lima, nilainya justru lebih besar dan kami kembali mendapat hadiah motor, kali ini Yamaha Filano,” jelasnya.
Motor hadiah tersebut, lanjut Eko, digunakan untuk mendukung operasional BUMDes, khususnya unit SAMSAT, termasuk mobilitas ke kantor SAMSAT induk serta kegiatan pelayanan lainnya.
BUMDes Parikesit sendiri berdiri sejak Mei 2018 dan saat ini mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya internet desa, kedai, persewaan gedung, layanan SAMSAT Budiman, serta ketahanan pangan.
Pada sektor ketahanan pangan, BUMDes Parikesit tidak hanya mengelola hidroponik secara mandiri, tetapi juga membentuk konsorsium 17 BUMDes se-Kecamatan Ulujami dengan nama Sinergi Pangan Ulujami.
Konsorsium tersebut mendukung program makan bergizi gratis, dengan satu dapur yang telah beroperasi di Desa Kaliprau sejak 8 Januari 2026.
Dari sisi kontribusi ke desa, BUMDes Parikesit mencatatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp20 juta sepanjang tahun 2025. Angka tersebut diharapkan terus meningkat seiring pengembangan unit usaha dan optimalisasi layanan.
Menurut Eko, kunci keberhasilan layanan SAMSAT di desa terletak pada promosi yang masif, edukasi kepada masyarakat, serta konsistensi pelayanan.
“Kami selalu buka dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, mau ada transaksi atau tidak. Selain itu kami aktif sosialisasi di pertemuan warga, PKK, hingga kegiatan desa. Prinsipnya, memudahkan masyarakat agar tidak perlu jauh-jauh ke kota,” pungkasnya.(*)
