Hari Terakhir Riyayan Idul Fitri 1447 H, Gubernur Khofifah Perkuat Silaturahmi dan Gotong Royong Warga Jatim

23 Maret 2026 19:37 23 Mar 2026 19:37

Thumbnail Hari Terakhir Riyayan Idul Fitri 1447 H, Gubernur Khofifah Perkuat Silaturahmi dan Gotong Royong Warga Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berswafoto bersama warga saat hari terakhir riyayan Idul Fitri 1447 H di kediamannya di Jemursari, Surabaya. Antusiasme masyarakat tampak tinggi sebagai wujud silaturahmi dan kebersamaan di momen Lebaran pada Senin 23 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kediaman Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kawasan Jemursari, Surabaya, pada Senin, 23 Maret 2026 dalam rangka hari terakhir gelaran riyayan Idulfitri 1447 H yang menjadi ajang silaturahmi antara pemimpin dan masyarakat.

Antusiasme warga untuk bersilaturahim dengan orang nomor satu di Jawa Timur tersebut tak surut. Bahkan sejak pagi, masyarakat telah memadati lokasi kegiatan dengan penuh tertib dan semangat kebersamaan.

Masyarakat tampak sangat gembira bisa bertemu langsung dengan Gubernur Khofifah, sekaligus sebagai wujud semangat gotong royong yang terus terjaga antara pemimpin dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Jawa Timur.

Warga dari berbagai kalangan terlihat tertib mengantre untuk bersalaman langsung. Tidak sedikit yang hadir bersama keluarga, termasuk anak-anak, untuk merasakan suasana kebersamaan di momen Lebaran. Bahkan, sejumlah anak turut menyumbangkan suara dengan bernyanyi di hadapan warga.

Dengan penuh keramahan, Gubernur Khofifah menyapa satu per satu warga yang hadir serta melayani permintaan swafoto sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat yang ingin mengabadikan momen tersebut.

“Terima kasih atas kehadirannya, selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Selain bersilaturahim, masyarakat juga disuguhi beragam hidangan dari pelaku UMKM dan pedagang kaki lima, mulai dari soto ayam, tahu campur, bakso, mi ayam hingga nasi goreng.

“Makanan yang dihidangkan untuk warga ini berasal dari UMKM maupun pedagang kaki lima yang sehari-hari berjualan di sekitar Jemursari. Jadi sambil bersilaturahim, sekaligus membantu meningkatkan penjualan dan berbagi rezeki,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan riyayan di kediaman pribadi ini bertujuan mempererat persaudaraan, memperkuat tali silaturahmi, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Dengan bersalaman langsung dengan masyarakat, insya Allah dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Suasana riyayan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga yang hadir tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga merasakan langsung kedekatan dengan pemimpinnya.

Salah seorang warga, Andiah asal Bendul Merisi, Surabaya, mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya bersilaturahmi di kediaman Gubernur Jawa Timur. Ia datang bersama tetangganya usai kembali dari mudik.

“Alhamdulillah tadi saya ikut tetangga untuk bersilaturahmi di rumah Ibu Gubernur. Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali bersilaturahmi,” ucapnya.

Warga lainnya, Ida asal Tambaksari, Surabaya, datang bersama suami dan anaknya untuk merasakan suasana Lebaran bersama Gubernur.

“Saya dengar ada juga acara ini di Grahadi. Tapi karena kemarin masih mudik, hari ini baru bisa ke sini. Senang sekali, walaupun ramai, alhamdulillah bisa mendapat uang saku dan bingkisan dari Ibu Khofifah,” tuturnya.

Ia berharap tradisi riyayan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

“Kami berharap tahun-tahun berikutnya tradisi riyayan dengan Ibu Gubernur terus diadakan. Kami senang bisa bertemu langsung dan berjabat tangan dengan beliau,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Lebaran terakhir Silaturahmi Gotong roryong Gubernur Khofifah riyayan Kediaman