KETIK, JAKARTA – Usia senja tak menghalangi semangat Mardijiyono atau yang akrab disapa Mbah Mardi untuk menunaikan ibadah haji 2026 di Tanah Suci.
Di usia 103 tahun, ia tetap menjalani rangkaian ibadah haji dengan penuh semangat meski harus menggunakan kursi roda selama perjalanan dari Madinah menuju Makkah.
Jemaah asal Indonesia tersebut tergabung dalam kloter YIA 9 yang diberangkatkan dari Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin sore, 11 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Dengan pendampingan petugas haji, ia perlahan dibantu menuju bus keberangkatan bersama sejumlah jemaah lanjut usia lainnya untuk melaksanakan umrah wajib sebelum memasuki puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Diketahui, keberangkatan kloter YIA 9 dilakukan lebih cepat dari jadwal semula karena seluruh jemaah telah siap diberangkatkan.
Baca Juga:
19 WNI Diamankan Aparat Saudi, Promosi Haji Ilegal hingga Rekam Wanita Selama Haji“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” kata Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, Rabu, 13 Mei 2026.
Meski kondisi fisiknya tidak lagi prima, semangat ia menjalankan ibadah tetap terlihat kuat.
Bahkan sejak sekitar pukul 15.30 WAS atau menjelang salat Ashar, ia sudah duduk di dalam bus sambil menunggu keberangkatan menuju Makkah.
Sementara sebagian jemaah lain masih menunaikan salat di Masjid Nabawi.
Baca Juga:
Sambangi Embarkasi Surabaya, Wamenhaj RI: Kloter Akhir Langsung Hadapi Armuzna Harus Banyak IstirahatPetugas turut membantu seluruh proses mobilitas ia mulai dari hotel hingga menuju bus yang akan membawa rombongan ke Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil miqat dan niat ihram.
Perjalanan ibadah yang dijalani ia juga tidak lepas dari tantangan kesehatan.
Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi akibat kondisi fisiknya.
Namun setelah menjalani masa pemulihan, kondisinya disebut stabil dan siap melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Selama dirawat, ia diketahui tetap kooperatif dan memiliki selera makan yang baik.
“Makanannya enak, saya suka,” ujar Mbah Mardi singkat.
Selama berada di Madinah, ia juga telah menjalani sejumlah ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.
Ia mengaku selalu menjalani hidup dengan ikhlas dan bahagia, pun menyebut tidak pernah merokok sepanjang hidupnya.
Dengan pendampingan penuh dari petugas haji Indonesia, Mbah Mardi mantap menjalani fase puncak ibadah haji di Armuzna.(*)