BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Editor: Muhammad Faizin

10 Apr 2026 06:40

Thumbnail BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat
Benda Asing yang sempat diduga meteor, ternyata bekas roket China dan merupakan sampah antariksa yang jatuh ke laut. (Foto: Video Warga )

KETIK, YOGYAKARTA – Kemunculan benda bercahaya di langit Lampung dan Banten yang sempat menghebohkan warga akhirnya terungkap. Badan Riset dan Inovasi Nasional memastikan objek tersebut merupakan serpihan sampah antariksa dari roket China jenis CZ-3B.

BRIN menjelaskan, bagian roket CZ-3B R/B itu terpantau mengorbit Bumi pada 4 April 2026 sebelum akhirnya memasuki atmosfer. Saat memasuki lapisan udara, objek tersebut tampak terang dan terpecah menjadi beberapa bagian, sehingga menarik perhatian masyarakat pada Sabtu malam.

Fenomena tersebut sebelumnya memicu kehebohan di sejumlah wilayah di Lampung. Warga melaporkan melihat benda bercahaya melintas di langit dengan kecepatan tinggi, menyerupai meteor atau bintang jatuh.

Menanggapi peristiwa ini, akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Dwi Satya Palupi, menilai pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi jatuhnya sampah antariksa di wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa kejadian serupa bukan yang pertama terjadi.

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

“Jadi perlu ada tim khusus yang memantau sampah-sampah dari luar angkasa yang mungkin akan jatuh nanti di daerah Indonesia,” jelasnya, Rabu (8/4).

Dwi menuturkan, sebenarnya pergerakan benda antariksa, termasuk sampah roket, dapat diprediksi dengan bantuan teknologi. Saat ini sudah tersedia aplikasi pemantauan yang mampu mendeteksi potensi benda jatuh ke Bumi.

“Kalau aplikasi itu belum ada, mestinya memang Indonesia harus mulai membuat aplikasi semacam itu,” ungkapnya.

Secara ilmiah, ia menjelaskan bahwa objek yang masuk ke atmosfer dengan kecepatan tinggi akan mengalami gesekan hebat sehingga memancarkan cahaya terang. Kondisi ini membuatnya tampak seperti roket, komet, atau meteor bagi masyarakat awam.

Baca Juga:
So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

“Sekilas tampak mirip, sebenarnya beberapa hal tersebut dapat dibedakan,” paparnya.

Ia menilai wajar jika masyarakat mengira fenomena tersebut sebagai bintang jatuh atau meteor. Namun, di balik itu, potensi bahaya tetap perlu diwaspadai, terutama jika serpihan jatuh di kawasan padat penduduk.

“Karena jika kejadiannya jatuh ke rumah penduduk tentu akan sangat membahayakan,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Dwi menyebut serpihan roket dilaporkan jatuh ke laut. Meski tidak menimbulkan korban di darat, dampaknya tetap perlu diperhatikan karena berpotensi mengganggu ekosistem laut.

“Bisa menimbulkan bahaya bagi makhluk hidup yang ada di laut meskipun terdapat pula bahaya lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun insiden sampah antariksa di Indonesia belum tergolong sebagai masalah serius, tren peningkatan jumlah objek di orbit Bumi bisa menjadi ancaman di masa depan. Semakin banyak sampah antariksa, semakin besar pula peluang benda tersebut masuk ke atmosfer tanpa kendali.

“Semakin banyak nanti yang kena ke permukiman atau mungkin kena gedung yang seharusnya tidak boleh terkena seperti itu, maka ini akan menjadi ancaman yang lebih serius lagi,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko, Dwi menekankan perlunya komitmen global dalam mengelola sampah antariksa. Ia menyebut perusahaan peluncur roket dan operator satelit harus mulai memikirkan dampak jangka panjang dari aktivitas mereka.

“Perusahaan-perusahaan yang membuat roket atau menggunakan jasa roket untuk pemasangan satelit, memang harus sudah mulai mempertimbangkan sampahnya nanti bagaimana, supaya tidak sampai jatuh di bumi,” pungkasnya.

Baca Sebelumnya

Varian Baru Covid-19 Cicada Muncul: Belum Terdeteksi di Indonesia dan Tak Ganas

Baca Selanjutnya

Grand Final Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026, Nathan Lebak FC Siap Ukir Sejarah

Tags:

sampah antariksa indonesia roket china CZ-3B benda jatuh di langit lampung fenomena langit banten sampah luar angkasa 2026 BRIN roket china bahaya sampah antariksa

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar