PT BSI Tumpang Pitu Siapkan 6 Program Khusus Dukung ASEAN-ID Blue di Banyuwangi

19 Juli 2026 01:30 19 Jul 2026 01:30

Riski Ari M., Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail PT BSI Tumpang Pitu Siapkan 6 Program Khusus Dukung ASEAN-ID Blue di Banyuwangi

Compliance and Community Development Manager PT BSI, Iwa Mulyawan, menghadiri kegiatan Banyuwangi Coral Adoption 2026 di Pantai Bangsring Underwater, Banyuwangi, Sabtu, 18 Juli 2026. PT BSI menyiapkan enam program strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi biru dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

KETIK, BANYUWANGI – Perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi biru (blue economy) di Banyuwangi.

Melalui enam program strategis, perusahaan akan fokus pada pelestarian lingkungan pesisir sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Komitmen tersebut disampaikan Compliance and Community Development Manager PT BSI, Iwa Mulyawan, di sela kegiatan Banyuwangi Coral Adoption 2026 yang digelar di Pantai Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Sabtu, 18 Juli 2026.

Menurut Iwa, enam program yang disiapkan PT BSI merupakan bagian dari dukungan terhadap ASEAN-ID Blue, forum internasional yang mendorong pengelolaan laut secara berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat pesisir.

"Kami tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir," ujar Iwa.

Ia menjelaskan, tiga program pertama difokuskan pada aspek konservasi lingkungan. Meliputi penanaman mangrove, pelestarian hutan pantai, dan transplantasi terumbu karang.

Sementara tiga program lainnya menyasar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir, yakni pengembangan ekowisata, peningkatan pendapatan nelayan, serta penguatan kelembagaan nelayan agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Menurut Iwa, dukungan PT BSI terhadap Banyuwangi Coral Adoption 2026 merupakan implementasi nyata Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Perhatian kami bukan hanya pada pelestarian lingkungan di daratan, tetapi juga terhadap ekosistem perairan," tegasnya.

Ia menilai Banyuwangi memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan perlu dijaga secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Agenda Banyuwangi Coral Adoption 2026 sendiri menjadi salah satu bentuk implementasi ASEAN-ID Blue, forum internasional yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan negara-negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), serta Pacific Islands Forum (PIF).

Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai berhasil mengelola kawasan pesisir secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Tak sekadar seremoni, para peserta turut melakukan aksi konservasi dengan merangkai pecahan terumbu karang dan menenggelamkannya ke dasar laut di kawasan Bangsring Underwater.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mengapresiasi keterlibatan PT BSI dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya laut di Banyuwangi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi biru di daerah.

"Harapannya, kegiatan konservasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan blue economy dan masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Suryono menambahkan, selain PT BSI, Dinas Perikanan Banyuwangi juga telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan besar lainnya, seperti PLN, Pertamina, dan INKA, untuk mendukung berbagai program konservasi di Bumi Blambangan.(*)

Tombol Google News

Tags:

PT BSI . Tambang emas Tumpang Pitu Pt Bumi Suksesindo Iwa Mulyawan Banyuwangi Coral Adoption 2026 Asean-id Blue Pantai Bangsring Underwater Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra Ekonomi Biru Banyuwangi berita banyuwangi