KETIK, BANDUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat memperluas gerakan literasi dan inklusi keuangan hingga ke sekolah-sekolah. Melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) Jawa Barat 2026, edukasi keuangan dan pembukaan rekening pelajar secara serentak menjangkau 111.298 pelajar di 306 sekolah di seluruh kabupaten/kota Jawa Barat.
Gerakan tersebut dipusatkan pada Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Jawa Barat 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4, Jalan Cipetir, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (26/8/2026).
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa budaya menabung tidak cukup hanya disampaikan melalui kampanye, tetapi harus dibangun melalui edukasi yang langsung menyentuh pelajar.
Menurutnya, semakin dini anak mengenal pengelolaan keuangan, semakin besar peluang terbentuknya kebiasaan finansial yang sehat ketika mereka dewasa.
“Melalui sinergi OJK, pemerintah daerah, dan industri perbankan, kami terus mendorong agar pelajar tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memiliki pemahaman yang memadai untuk menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Darwisman.
Untuk memperluas jangkauan program, industri perbankan secara serentak menggelar edukasi keuangan sekaligus pembukaan rekening pelajar di 306 sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya OJK membangun akses keuangan sejak usia sekolah.
Pelaksanaan program ditandai dengan flag off puluhan mobil edukasi dan layanan perbankan yang akan bergerak menjangkau sekolah-sekolah di berbagai daerah Jawa Barat. Pelepasan dipimpin langsung Darwisman bersama jajaran pimpinan industri perbankan.
Menurut Darwisman, kolaborasi tersebut penting karena peningkatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan OJK sendirian. Pemerintah daerah, perbankan, dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran yang sama dalam membentuk generasi yang semakin cakap mengelola keuangan.
Puncak HIM Jawa Barat 2026 di SRT 4 Kabupaten Bandung turut dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna serta jajaran pimpinan perbankan di wilayah kerja OJK Jawa Barat. Ratusan pelajar SD, SMP dan SMA, guru serta pegawai SRT 4 mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik gerakan yang digagas OJK bersama industri perbankan tersebut. Menurutnya, kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyimpan uang, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.
“Menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan merencanakan masa depan,” kata Dadang.
Dalam kegiatan tersebut, pelajar mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sederhana, budaya menabung serta pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan yang legal dan aman. Edukasi dikemas secara interaktif melalui tanya jawab dan simulasi praktik menabung.
Selain di Kabupaten Bandung, rangkaian HIM 2026 juga dilaksanakan secara serentak oleh OJK Tasikmalaya dan OJK Cirebon bersama pemerintah daerah serta industri perbankan di wilayah masing-masing.
Darwisman mengatakan, gerakan tersebut akan terus diperkuat melalui berbagai program literasi dan inklusi keuangan, termasuk kolaborasi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“Yang kita bangun bukan hanya rekening pelajar, tetapi juga kebiasaan dan kecakapan dalam mengelola keuangan sejak dini,” ujarnya.
Dengan jangkauan lebih dari 111 ribu pelajar, HIM Jawa Barat 2026 menjadi salah satu upaya OJK memperkuat fondasi literasi keuangan generasi muda sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan legal.(*)
.png)