Tren Penjualan Mobil Hybrid Naik 43,6 Persen, Wamenperin RI Sebut Jadi Lifestyle Baru

26 Agustus 2026 18:00 26 Agt 2026 18:00

Fitra Herdian, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tren Penjualan Mobil Hybrid Naik 43,6 Persen, Wamenperin RI Sebut Jadi Lifestyle Baru

Wamenperin RI Faisol Riza saat mencoba mobil listrik Honda Super One di pameran GIIAS 2026 Surabaya. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Tren penjualan mobil hybrid kata Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Wamenperin RI) Faisol Riza mengalami kenaikan. Informasi ini disampaikan pada saat membuka sekaligus menghadiri pameran GAIKINDO Indonesia Internasional Motor Show (GIIAS) 2026 di Grand City Convex Surabaya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, penjualan mobil hybrid mencapai 50.000 unit. Jumlah ini naik sebesar 43,6 persen dibandingkan periode lalu. "Bahkan pada Juli kemarin (2026) penjualannya mencapai 8.000 unit, meningkat 27,9 persen dibandingkan Juli tahun lalu," katanya.

Selain kenaikan mobil hybrid, kenaikan penjualan juga terjadi pada mobil bertenaga baterai atau electric vehicle (EV). Lonjakan peminat industri otomotif pada mobil bertenaga baterai sangat besar.

"Penjualan di lini ini mencapai 83.000 unit, naik 88,6 persen dan pada Juli tahun lalu penjualannya mencapai 14.000 unit. Melonjak 88,6 persen dibandingkan Juli tahun lalu," sambungnya.

Ketika digabungkan, penjualan mobil hybrid dan listrik, kata Faisol hingga Juli 2026 mencapai 27,3 persen. Apabila dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2025, penjualan mobil hybrid dan listrik sebesar 18,6 persen.

Agresifnya kenaikan penjualan mobil hybrid dan listrik, kata Faisol menjadi salah satu perubahan perilaku atau lifestyle baru bagi para konsumen. Mereka saat ini memilih menggunakan mobil berbasis listrik dan hybrid karena sejumlah alasan.

"Perubahan perilaku konsumen juga sangat penting untuk menjadi atau menandai bagaimana Industri otomotif kita tahun ini dan tahun yang akan datang mengarah kepada kebutuhan industri yang berbasis mobil EV," tuturnya.

Masifnya penjualan mobil listrik dan hybrid, menurutnya juga tidak lepas dari dukungan pemerintah yang lantas direspons oleh para produsen otomotif dengan investasi pendukung pengisian mobil listrik.

"Keberhasilan ini merupakan dukungan dari semua pihak yang dilakukan secara konsisten termasuk dari program pemerintah yang salah satunya adalah program kendaraan bermotor roda empat, emisi karbon rendah yang dijalankan sejak 2021," ungkapnya.

Program tersebut, kata Faisol diikuti oleh 18 perusahaan otomotif dengan total investasi mencapai Rp30,67 triliun dan mencapai realisasi Rp5,73 triliun.

"Jumlahnya terus bertambah, termasuk perusahaan-perusahaan baru yang datang. Dan yang lebih penting lagi, program ini mendorong terbentuknya ekosistem industri yang semakin kompleks, dimana saat ini ada 322 perusahaan pemasok komponennya," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wamenperin Ri Faisol Riza GIIAS Surabaya Giias Surabaya 2026 Penjualan Mobil Listrik Honda Super One