KETIK, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan aplikasi rating Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memungkinkan kepala sekolah dan guru memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Aplikasi tersebut disiapkan sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan evaluasi kualitas layanan MBG.
Sekolah nantinya dapat memberikan penilaian menggunakan skala bintang 1 hingga bintang 5 sekaligus mencantumkan catatan terkait layanan yang diterima.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah diperlukan untuk membangun sistem pengawasan yang lebih responsif.
Sekolah dinilai memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan pelaksanaan layanan MBG dan penerima manfaat.
Baca Juga:
Menang 2-0 atas Singapura, Indonesia Pepet Malaysia di Puncak Grup A“Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan. Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai. Masukan tersebut menjadi bahan bagi BGN untuk melihat bagian mana yang perlu segera diperbaiki,” ujar Tysa dikutip dari laman resmi, Kamis, 24 September 2026.
Penilaian melalui aplikasi tersebut nantinya dapat mencakup sejumlah aspek layanan SPPG.
Di antaranya ketepatan waktu distribusi serta kelayakan dan kualitas menu yang diterima peserta didik.
Mekanisme penilaian dengan skala bintang tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kualitas layanan SPPG.
Baca Juga:
Bupati Bojonegoro Lantik 69 Kepala Sekolah dan 11 Pejabat FungsionalBGN juga dapat menggunakan masukan tersebut untuk mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.
Selain aplikasi rating, sekolah yang menemukan layanan belum sesuai dapat menggunakan jalur pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan.
Apabila persoalan yang dilaporkan belum mendapatkan perbaikan, sekolah dapat menyampaikan laporan melalui kanal tersebut dengan memberikan tembusan kepada BGN.
Dengan mekanisme tersebut, informasi diharapkan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
Penguatan sistem umpan balik ini menjadi bagian dari upaya BGN membangun tata kelola MBG yang transparan, responsif, dan melibatkan partisipasi berbagai pihak.
Sekolah sebagai lingkungan yang berinteraksi langsung dengan peserta didik memiliki posisi strategis dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan layanan MBG di lapangan.
BGN mendorong pengawasan pelaksanaan MBG dilakukan secara kolaboratif.
Masukan dari sekolah menjadi salah satu bagian dari ekosistem pengawasan untuk membantu memastikan layanan SPPG berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat secara optimal bagi peserta didik.
Melalui sistem digital tersebut, BGN berupaya membangun mekanisme pengawasan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menangkap kondisi layanan MBG secara langsung dari lapangan.(*)