KETIK, SURABAYA – Suasana hangat bercampur guyonan pecah saat sejumlah mantan Ketua Umum (Ketum) PKC PMII Jawa Timur (Jatim) lintas generasi berkumpul dalam Kick Off Harlah PMII ke-66 di Nahrawi Center, Jalan Gayung Sari Barat VIII/19, Kota Surabaya, Jumat malam, 17 April 2026.
Acara yang dikemas santai dalam balutan tasyakuran dan silaturahim tersebut bukan sekadar reuni.
Dari generasi 1990-an hingga era kekinian, para kader lama dan baru duduk lesehan, berbagi cerita, sekaligus merawat ideologi pergerakan.
Nama-nama Ketum Jatim seperti Yoyok Zakariya (1994-1996), KH Imam Nahrawi (1996-1998), A. Nur Aminuddin (2005-2007), Zainuddin (2016-2018), hingga Baijuri (2022-2025) hadir dalam satu forum.
Baca Juga:
Pemkot Surabaya Buka Seleksi 5 Jabatan Strategis, Gunakan Skema Manajemen Talenta ASNTurut hadir pula, Ketua PW IKA PMII Jatim, Thoriqul Haq atau Cak Thoriq.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pengurus PKC PMII dari berbagai daerah di Jatim.
Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jatim, Mohammad Ivan Akiedozawa, mengajak kader untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi yang telah melewati berbagai dinamika zaman.
“Kalau merefleksikan ke belakang, berbagai zaman dan dinamika kehidupan sudah dilalui PMII dan survive hingga saat ini. Artinya PMII ini sudah teruji oleh zaman, tapi yang lebih penting bagaimana PMII ke depan bisa bergerak untuk menolong kaum-kaum mustadafin,” ujarnya.
Baca Juga:
Eri Cahyadi Resmikan ISOPLUS Marathon 2026, Ribuan Pelari Siap Serbu SurabayaIa juga mengingatkan pentingnya menjaga ideologi kader di tengah beragam peran alumni di berbagai sektor.
“Yang paling penting, selain persatuan adalah ideologi. Alhamdulillah, sampai saat ini banyak senior yang sudah berdiaspora ke berbagai lini. Namun kita sebagai kader harus tetap idealis,” tegasnya.
Ivan mengibaratkan kader PMII sebagai air yang murni sebelum kemudian berproses dalam berbagai pilihan jalan kehidupan.
“Saya mengibaratkan kader PMII ini adalah air yang murni. Jadi selama kita masih menjadi kader, murnikanlah semuanya, murnikanlah perjuangan kita, pergerakan kita. Ketika menjadi alumni, air murni itu ingin dijadikan teh atau kopi monggo terserah sahabat,” lanjutnya.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Momen tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan PMII hingga usia ke-66.(*)