KETIK, PASURUAN – Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur mulai mendorong implementasi program energi terbarukan melalui pelatihan langsung bagi anggotanya. Program ini akan fokus pada keterampilan praktis seperti pembuatan panel surya sederhana hingga pengelolaan energi alternatif di lingkungan sekolah.
Gerakan Pramuka Jawa Timur mempercepat langkah konkret dalam pengembangan energi terbarukan dengan menggandeng PT Santinilestari Energi Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis anggota Pramuka.
Direktur perusahaan, Sandy Hartono, menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai program ini memiliki dampak luas bagi masyarakat.
“Kami melihat ini sebagai peluang yang sangat baik. Pramuka memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Jika dipadukan dengan teknologi energi terbarukan, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyatakan kesiapan perusahaan untuk mendukung melalui pelatihan, transfer pengetahuan, serta pengembangan program percontohan berbasis lapangan.
Baca Juga:
Pramuka Jatim Bertransformasi, Masuk Sektor Energi Terbarukan untuk Hadapi Tantangan Global“Kami siap mendukung. Ke depan, kita bisa merumuskan bentuk kerja sama yang konkret, baik dalam bentuk pelatihan, program percontohan, maupun kegiatan edukasi berbasis lapangan,” tambahnya.
Wakil Ketua I Kwarda Jatim, A. Basuki Babussalam, menjelaskan bahwa program ini akan menyasar tingkat gugus depan dengan pendekatan praktik langsung.
“Harapannya, adik-adik Pramuka bisa belajar langsung, misalnya membuat panel surya sederhana, mengelola energi alternatif di lingkungan sekolah, hingga memahami konsep keberlanjutan secara nyata,” tambahnya.
Selain energi surya, program ini juga membuka peluang pengembangan teknologi lain seperti biogas dan energi ramah lingkungan berbasis potensi daerah.
Baca Juga:
Bupati Lebak Resmi Buka Seba Baduy 2026, Soroti Nilai Kesederhanaan dan Kearifan LokalSekretaris Kwarda Jatim, Bambang Suyanto, menyebut program ini akan menjadi langkah strategis dalam menciptakan inovasi dari kalangan anggota Pramuka.
"Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi dari anggota Pramuka, seperti pemanfaatan energi surya, biogas, hingga teknologi ramah lingkungan lainnya yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing," ungkapnya.
Program ini juga akan diperkuat melalui edukasi nonformal, praktik lapangan, serta pengembangan teknologi sederhana yang aplikatif di masyarakat.
Dengan pendekatan ini, Pramuka diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemanfaatan energi terbarukan di tingkat lokal sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. (*)