KETIK, MALANG – Kehadiran angkot pelajar gratis Kota Malang memicu potensi gesekan antar sopir angkot. Potensi terjadi apabila sopir yang telah mengangkut pelajar tetap kembali mengambil penumpang umum.
Ketua Paguyuban Angkot Jalur GA, Fredy Mislan menjelaskan sopir angkot pelajar gratis akan mendapatkan gaji dari Pemkot Malang. Untuk itu mereka meminta agar sopir angkutan pelajar tidak ngetrek penumpang umum di luar jam sekolah.
"Keluhannya cuma satu, kalau sudah mengangkut anak sekolah gratis, itu kan paling tidak sudah dapat bayaran. Nanti sore waktunya anak sekolah pulang, kan jelas mengangkut anak sekolah lagi. Tapi di sela-sela setelah mengantar anak sekolah, ya jangan mengambil penumpang umum," ujarnya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurutnya apabila sopir angkot pelajar tetap menampung penumpang umum, dapat memicu kecemburuan sosial. Terlebih saat ini banyak angkot yang mulai sepi oleh penumpang.
"Ini kan sama-sama susahnya, sulit cari penumpang. Dishub tidak bisa memberikan keputusan, bahwa kalau sudah mengangkut anak sekolah masih boleh mengangkut penumpang umum karena berdasarkan trayek. Lah kalau mengangkut, nanti gesekan di lapangan dengan yang tidak mengangkut anak sekolah. Sekarang kan sudah kalah sama ojol, angkot ini sudah susah," tegasnya.
Baca Juga:
1.386 Maba FISIP UB Mulai Langkah Baru, Pesan Dekan: 4 Tahun Kuliah Harus BerkarakterIa bersama sopir angkot lainnya menegaskan tidak memberikan penolakan terhadap program angkot pelajar gratis di Kota Malang. Hanya saja, ia ingin Pemkot Malang memberikan ketegasan operasional antarangkot agar tidak memicu gesekan.
"Angkutan sekolah mulai dulu dibahas, kita di sini tidak masalah. Nah sekarang malah diberikan ke angkot, ya tambah mendukung sekali. Cuma gesekannya, supaya tidak ada kecemburuan sosial kalau sudah selesai mengangkut anak sekolah dan dapat bayaran, ya jangan mengangkut penumpang umum," tegasnya.
Di sisi lain Ketua Organda Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menyebut berdasarkan regulasi yang dibuat oleh Pemkot Malang, sopir angkot pelajar gratis dapat kembali ke trayek jika telah menjalankan tugasnya.
"Nah, ketika sudah selesai, dia kembali ke trayeknya. Sebetulnya ini kan ya sesuai dengan regulasi, harusnya enggak ada masalah. Karena yang jadi angkutan pelajar itu kan dia memenuhi semua. Izinnya hidup, STNK hidup. Artinya ini orang-orang yang tertib gitu loh," katanya.
Baca Juga:
Harga Beras Premium di Kota Malang Tembus Rp83 Ribu, 15 Merek Mendadak Langka!Menurutnya potensi gesekan memang tak dapat dielakkan, khususnya pada awal penerapan angkot pelajar gratis. Namun persoalan tersebut akan menjadi evaluasi ke depannya.
"Ya mungkin awal-awal ada perbedaan, ini kan masalah pemahaman saja. Nanti bertahap kita akan jelaskan, dan proses ini akan ada evaluasi terus," pungkasnya.(*)