Pakar Hukum Ingatkan Menguatnya Konservatisme dan Otoritarianisme di Indonesia

Editor: Muhammad Faizin

17 Jan 2026 05:40

Thumbnail Pakar Hukum Ingatkan Menguatnya Konservatisme dan Otoritarianisme di Indonesia
Zainal Arifin Mochtar saat dikukuhkan sebagai guru besar ilmu hukum tata negara Fakultas Hukum UGM, mengingatkan gejala makin menguatnya otoritarianisme di Indonesia. (Foto: UGM)

KETIK, YOGYAKARTA – Akademisi hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Hukum Kelembagaan Negara di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Dalam pidato pengukuhannya, Zainal menyampaikan peringatan keras mengenai arah demokrasi Indonesia yang dinilainya tengah menghadapi ancaman serius akibat menguatnya konservatisme dan kecenderungan otoritarianisme.

Pengukuhan berlangsung di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dalam pidato berjudul Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan, Zainal mengungkap kegelisahannya atas melemahnya lembaga-lembaga negara independen yang selama ini menjadi penopang utama sistem checks and balances pascareformasi.

“Lembaga-lembaga independen yang dibentuk setelah reformasi justru mengalami kemunduran signifikan dalam satu dekade terakhir,” kata Zainal dalam pidatonya, seperti dikutip dari laman UGM, Sabtu, 17 Januari 2026. 

Ia mencontohkan sejumlah institusi yang perannya semakin tergerus, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Mahkamah Konstitusi, hingga Komisi Yudisial. Menurut Zainal, pelemahan tersebut tidak selalu dilakukan secara terbuka, melainkan melalui cara-cara yang lebih halus dan sistematis.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

“Konservatisme hari ini tidak hadir dengan wajah lama. Ia adaptif, masuk lewat revisi undang-undang, pemangkasan anggaran, hingga kooptasi personal di dalam lembaga,” ujarnya.

Zainal menilai konservatisme dan otoritarianisme kini berkembang sebagai strategi politik yang secara perlahan mengubah struktur kekuasaan negara. Pola ini, menurutnya, berbahaya karena tetap menggunakan prosedur demokratis, namun pada saat yang sama menggerogoti substansi demokrasi itu sendiri.

Ia menegaskan bahwa lembaga negara independen seharusnya menjadi ruang kompromi yang menjaga keseimbangan kekuasaan. Namun dalam praktiknya, lembaga-lembaga tersebut semakin sulit menjalankan fungsi pengawasan karena tekanan politik yang kian dominan.

“Ketika lembaga independen dilemahkan, maka yang runtuh bukan hanya institusinya, tetapi juga kepercayaan publik terhadap negara hukum,” kata Zainal.

Baca Juga:
Dorong Budaya Baca, KALINGGA UGM Hadirkan Pojok Baca Binaan di RPKJ Satunama

Selain menyoroti pelemahan institusi, Zainal juga mengkritik praktik demokrasi yang semakin elitis dan menjauh dari partisipasi publik. Ia menilai masyarakat sipil kerap diposisikan sebagai penonton, bukan sebagai subjek demokrasi yang aktif.

“Demokrasi tidak bisa diselamatkan hanya oleh elite. Masyarakat sipil harus diperkuat, dengan cara-cara baru yang kreatif dan lintas disiplin,” ujarnya.

Pidato pengukuhan tersebut mendapat perhatian luas karena disampaikan di tengah situasi politik nasional yang dinilai banyak pihak mengalami kemunduran demokrasi. Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara tersebut, termasuk akademisi, mantan pejabat negara, dan tokoh publik lintas generasi.

Melalui pengukuhannya sebagai guru besar, Zainal Arifin Mochtar menegaskan komitmennya untuk terus mengkritisi praktik ketatanegaraan di Indonesia. Ia menekankan bahwa kampus dan akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nalar kritis publik, terutama ketika demokrasi menghadapi ancaman dari dalam.

Baca Sebelumnya

Gawat! 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatera, Jadi Kawasan Rawan Bencana

Baca Selanjutnya

Indonesia Paling Rawan Bencana Nomor 2 di Dunia, Kesiapsiagaan Pemerintah Dinilai Masih Lemah

Tags:

Zainal Arifin Mochtar Uceng Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada UGM Tata negara menguatnya otoritarianisme

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar