Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob, Desakan Reformasi Polri Kian Kencang

Editor: Muhammad Faizin

29 Agt 2025 20:22

Headline

Thumbnail Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob, Desakan Reformasi Polri Kian Kencang
Ilustrasi Pengemudi Ojol Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan Rantis Brimob saat demontrasi Jakarta. (Ilustrator: Rihad Kumala/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025, kembali memicu sorotan tajam terhadap wajah represif kepolisian.

Serikat Pengajar Hak Asasi Manusia Indonesia (SEPAHAM) bersama sejumlah aktivis kampus dan elemen masyarakat sipil menilai kasus ini sebagai bukti nyata kegagalan reformasi Polri. Mereka menyebut tindakan aparat dalam pengamanan aksi semakin jauh dari prinsip demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

“Ini bukan sekadar insiden, tapi pelindasan rakyat oleh aparat negara. Polisi semakin menjauh dari mandatnya sebagai pelindung, malah berubah menjadi mesin represi,” tegas Muktiono, salah satu juru bicara SEPAHAM dalam pernyataannya kepada redaksi Ketik pada Jumat, 29 Agustus 2025. 

Selain menyebabkan korban jiwa, polisi juga dituding menggunakan pendekatan berlebihan dengan gas air mata, pemukulan, intimidasi jurnalis, hingga penangkapan sewenang-wenang. Menurut SEPAHAM, pola ini menunjukkan demokrasi di Indonesia sedang “tuli” terhadap suara rakyat, sementara kepolisian gagal menegakkan HAM yang mestinya dijunjung tinggi.

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

“Polri jelas melanggar hak dasar warga: hak hidup, hak menyampaikan pendapat, hak atas rasa aman. Semua diabaikan,” tutur dosen pengajar HAM di Universitas Brawijaya (UB) Malang ini.

 

Tuntutan Reformasi Polri

Atas tragedi ini, SEPAHAM dan jaringan masyarakat sipil mendesak Presiden Joko Widodo untuk turun tangan. Ada enam poin desakan utama, di antaranya:

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

1. Mengusut tuntas kasus Affan Kurniawan secara transparan tanpa intimidasi, dengan pengawasan eksternal.

2. Komnas HAM dan Kompolnas wajib turun mengawal penyelidikan kasus kekerasan aparat.

3. Reformasi kelembagaan dan budaya Polri segera dilakukan, termasuk kurikulum pendidikan berbasis HAM.

4. DPR dan partai politik diminta mengakhiri praktik demokrasi yang koruptif dan abai pada penderitaan rakyat.

5. Anggota DPR yang melukai hati publik lewat pernyataan maupun tindakan harus mendapat sanksi tegas.

6. Kapolri wajib menjamin keselamatan demonstran serta membebaskan peserta aksi yang ditahan secara sewenang-wenang.

 

SEPAHAM menilai tragedi Affan hanyalah puncak gunung es dari pola kekerasan yang terus berulang setiap kali rakyat turun ke jalan. “Jika reformasi Polri tidak segera dilakukan, publik akan semakin kehilangan kepercayaan. Aparat bukan lagi pelindung, tapi ancaman bagi warga negara,” pungkasnya. (*) 

 

Baca Sebelumnya

Merangkul Inovasi Teknologi di Era Digital, Kunci Emas Penerimaan Negara

Baca Selanjutnya

Doa Dari Surabaya Untuk Alm Affan! Ribuan Jamaah Masjid Al Akbar Ikuti Salat Gaib

Tags:

Reformasi Polri ojol dilindas rantis Brimob Polisi keji Affan Kurniawan Brimob Sepaham HAM Universitas Brawijaya masyarakat sipil

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar