Dua menit menjelang bubaran pada laga Indonesia versus Bangladesh, Malaysia sudah menyegel kemenangan 6 gol tanpa balas melawan Singapura. Sementara itu, Indonesia masih unggul 7-2 dan belum cukup untuk mengunci juara grup A, karena masih kalah selisih gol dengan Malaysia. Jutaan pemirsa televisi di tanah air dan penonton di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) seakan pasrah Indonesia gagal lolos ke final FIFA ASEAN CUP 2026.

Pun demikian dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman semakin dibawah tekanan pada saja skor 7-2 dan hanya menyisakan dua menit waktu pertandingan berakhir. Jika skor tidak berubah tentu saja nasib pelatih berkebangsaan Inggris tersebut jelas diujung tanduk. Namun siapa sangka, dalam sisa waktu tersebut, Kevin Diks dan Mitchell Baker menjadi penyelamat. Dua gol dari kedua pemain tersebut berhasil mengubur mimpi Malaysia melaju ke babak final.

Terlepas dari Indonesia mampu lolos ke babak final, drama 11 gol itu seakan menjadi angin segar bagi John Herdman untuk tetap menjadi juru racik Kevin Diks dan koleganya. Tak terkecuali publik pecinta sepak bola di tanah air seakan merasa terhibur dan puas Indonesia lolos ke final secara dramatis. Mungkin saja soal hasil apakah Indonesia menjadi juara atau tidak sang pelatih tidak akan menjadi titik sasar. Pendeknya, "John Herdman out" bisa saja termaafkan.

Taktik Herdman di dua laga awal babak fase grup sering menuai kritik. Selain dianggap miskin taktik juga disebut sering merubah posisi asli pemain. Dan hasilnya pun juga tidak sesuai ekspektasi. Hanya menang dua gol melawan Singapura dan bermain imbang lawan Malaysia. Apalagi saat bermain imbang lawan Malaysia, teriakan Herdman out menggema di stadion, termasuk meneriakkan nama pelatih lain sebagai pengganti.

Dibawah tekanan yang luar biasa, termasuk wajib menang besar di laga terakhir membuat sang pelatih benar-benar dibawah tekanan dan cukup mengancam posisinya sebagai pelatih. Namun, pengalaman meloloskan Kanada ke babak final piala dunia seakan menjadi proteksi untuk tetap yakin Indonesia bisa lolos ke final dan akan berhadapan dengan Thailand.

Baca Juga:
PSTI Apresiasi Perjuangan Timnas Indonesia ke Final, FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman Dinilai Mulai Adaptif

Benar saja, pada laga melawan Bangladesh, anak asuhnya tampil beringas dan bermain dalam tinggi. Kesalahan-kesalahan long pass dan finishing touch berhasil dibenahi. Terbukti, pada babak pertama Indonesia unggul 6-1. Hebatnya, Michael Baker sukses mencetak lima gol pada laga tersebut. Sukses membawa anak asuhnya ke final tentu menjadi harapan akan masa depan Herdman menjalin kerjasama dengan PSSI.

Secara umum, pertandingan semalam memang sangat menghibur meskipun membuat spot jantung jutaan masyarakat Indonesia. Bukan perkara Bangladesh sebagai tim underdog, tapi 9 gol yang diciptakan para pemain Indonesia benar-benar menjadi sejarah kemenangan terbesar sepuluh tahun terakhir ini di Stadion GBK. Sejatinya, pasukan Garuda juga pernah menang besar lawan Kamboja 10-0 dan 13-1 lawan Philipina. Tapi tidak sedramatis pertandingan melawan Bangladesh.

Kesimpulannya, dengan lolosnya Indonesia ke final FIFA ASEAN CUP bisa jadi membuat Herdman bernafas lega dan memberi warna baru sepak bola Indonesia. Terutama penampilan ciamik Kevin Diks dan koleganya dihadapan pendukung fanatik suporter Indonesia. Tinggal bagaimana Herdman bisa melengkapi kebahagiaan pecinta sepak bola tanah air dengan menyegel trofi FIFA ASEAN CUP 2206, semoga (*)

*) Agus Riyanto merupakan Plt Ketua PWI Trenggalek dan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek

Baca Juga:
Justin Hubner Sempat Tak Sadar Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)