KETIK, MALANG – Salah satu anggota DPRD Kota Malang yang aktif sejak reformasi adalah Fathol Arifin. Ia dikenal sebagai legislator senior yang setia kepada masyarakat karena pengalamannya lintas periode.
Sebelum terjun ke dunia politik pada awal reformasi, Fathol memulai organisasinya dari Nahdlatul Ulama (nu). Akibatnya, kiai dan ulama mencalonkannya sebagai anggota legislatif, dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Kota Malang.
“Di awal reformasi, saya termasuk yang dicalonkan menjadi caleg oleh komunitas kiai ulama Nahdlatul Ulama, dan kebetulan saya jadi,” ujarnya pada saat ditemui di kantor DPRD Kota Malang.
Fathol pernah menjadi anggota DPRD pada periode 1999–2004 dan 2004–2009. Ia juga sempat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang pada 2008, namun belum berhasil. Sebelum kembali maju pada Pemilu 2019, ia sempat menjauh dari dunia politik.
Baca Juga:
Tak Cukup Teriak di Jalanan, Suryadi Pilih Masuk Sistem untuk Perjuangkan Aspirasi Warga Kota MalangDengan berpindah ke daerah pemilihan baru, ia kembali mendapat kepercayaan masyarakat dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Malang hingga saat ini, dengan tugas di Komisi C.
“Di 2019 dan sekarang ini, walaupun pindah dapil, dua kali jadi,” katanya.
Selain itu, Fathol dikenal aktif dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama dalam hal pendidikan, sosial, dan pembangunan, sebagai wakil rakyat. Melalui partisipasinya dalam berbagai kegiatan masyarakat, ia juga memiliki pendekatan langsung dengan warga.
“Kalau dapat kabar ada teman bahagia atau berduka, saya hampir dipastikan bisa datang,” ujarnya.
Baca Juga:
Kisah Suryadi: Bermodal Mental Santri dan Aktivis Jalanan, Kini Pimpin Komisi D DPRD Kota MalangSelain menjalankan tugas sebagai anggota dewan, Fathol juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan kerap menghadiri pengajian di berbagai tempat sebagai cara untuk tetap dekat dengan masyarakat.
Dengan pengalaman yang panjang dan keterlibatan langsung dalam masyarakat, Fathol Arifin tetap menjalankan peran wakil rakyatnya dengan fokus pada pelayanan dan pengabdian. (*)