KETIK, PACITAN – Sepekan usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pacitan, mulai menunjukkan kenaikan.
Di tengah merangkaknya harga beberapa komoditas, aktivitas belanja masyarakat justru ikut tak bergairah.
Berdasarkan pantauan Ketik.com di pasar tradisional Pacitan, sejumlah komoditas utama seperti beras premium, bawang putih, hingga gula merah mulai mengalami penyesuaian harga dalam beberapa hari terakhir.
Karyawan Toko Bu Yana di Pasar Minulyo, Ilham Wibisono (26), mengatakan harga beras premium saat ini naik dari Rp13 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram.
"Kenaikannya sekitar Rp1.000 per kilogram," ujarnya saat ditemui di Pasar Minulyo, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca Juga:
Cek Desamu! Ini Daftar Lengkap Peserta Pilkades Serentak Pacitan 2026Selain beras premium, kenaikan cukup terasa terjadi pada bawang putih.
Harga komoditas tersebut melonjak dari sebelumnya Rp26 ribu menjadi Rp34 ribu per kilogram.
Sementara itu, gula merah juga mengalami kenaikan tipis menjadi Rp22 ribu per kilogram.
"Untuk harga gula pasir masih bertahan di angka Rp17 ribu per kilogram," ungkapnya.
Baca Juga:
Desak Perbaikan Jalan Rusak Mentoro-Pagutan, PMII Pacitan: Warga Sudah Terlalu Lama MenderitaDi sisi lain, harga beras SPHP masih relatif stabil di angka Rp12 ribu per kilogram.
Untuk kemasan 5 kilogram, harganya berkisar antara Rp58 ribu hingga Rp60 ribu.
Meski sejumlah harga mulai merangkak naik, Ilham menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya dipengaruhi kenaikan Pertamax.
Menurutnya, distribusi kebutuhan pokok sebagian besar masih menggunakan kendaraan berbahan bakar solar sehingga dampaknya belum terlalu terasa.
"Mungkin karena distribusinya pakai solar, jadi tidak berpengaruh langsung," katanya.
Namun persoalan lain justru dirasakan para pedagang.
Daya beli masyarakat ikut lesu sehingga aktivitas transaksi di pasar belum seramai biasanya.
Pedagang sembako lainnya, Afdoli (60), membenarkan bahwa jumlah pembeli yang datang ke pasar mengalami penurunan.
"Untuk pembeli lumayan menurun," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat para pedagang belum bisa bernapas lega.
Sebab, meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, perputaran barang di pasar belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Sejumlah pedagang berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik sehingga daya beli kembali meningkat.
"Ya khawatir, karena apabila harga kebutuhan pokok terus naik sementara jumlah pembeli tetap sepi, aktivitas perdagangan di pasar tradisional akan semakin tertekan," ungkapnya. (*)