Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Editor: Al Ahmadi

16 Apr 2026 16:14

Thumbnail Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend
Aktivitas relawan SPPG Sejahtera Kebondalem terhenti sejak Senin, 13 April 2026, menyusul munculnya dugaan kasus keracunan makanan di wilayah distribusi program tersebut, Kamis, 16 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Belum genap dua bulan bekerja, sebanyak 40 relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Sejahtera Kebondalem, Pacitan, harus dirumahkan sementara. 

Penghentian operasional atau suspend dilakukan sejak Senin, 13 April 2026, menyusul munculnya dugaan kasus keracunan makanan di wilayah distribusi program tersebut.

Relawan ompreng, Wahyu Hariyanto (33), menjadi salah satu yang terdampak. 

Ia mengaku kehilangan sumber penghasilan yang baru saja menjadi tumpuan hidup keluarganya.

Baca Juga:
Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

“Senin kemarin dirumahkan, tanpa kepastian kapan bisa bekerja lagi. Katanya nunggu hasil lab,” ujarnya kepada Ketik.com, Kamis, 16 April 2026.

Wahyu menceritakan, para relawan yang terdampak berasal dari latar belakang pekerjaan yang beragam. 

Rata-rata sebelumnya bekerja serabutan, mulai dari petani, buruh harian lepas, hingga ibu rumah tangga.

Ia sendiri sebelumnya bekerja sebagai peternak kambing dengan penghasilan yang tidak menentu. 

Baca Juga:
22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Kesempatan menjadi relawan SPPG pada pertengahan Maret 2026 lalu sempat menjadi harapan baru setelah bersaing dengan sekitar 200 pendaftar.

Selama bekerja, penghasilan dari program tersebut dinilai cukup membantu kebutuhan keluarga, termasuk untuk anaknya yang masih berusia dua tahun.

“Kalau yang masih bujang mungkin tak seberapa. Tapi bagi yang sudah nikah tentu sangat berat,” keluhnya.

Kini, setelah dirumahkan, ia kembali dihantui kekhawatiran soal kondisi ekonomi keluarga.

“Ya bingung juga kalau begini,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menyinggung munculnya informasi awal kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial. 

Pasalnya, penyebaran informasi tersebut sangat merugikan mereka.

“Kenapa hal seperti itu langsung diviralkan di medsos. Apa tidak memikirkan kami? Harusnya bisa dikomunikasikan dulu, kan ada penanggung jawab di sekolah,” katanya.

Sementara itu, satpam SPPG Kebondalem, Hamim Tohari (22), hanya bisa pasrah dan menerima kondisi tersebut.

“Ya bisanya pasrah. Semoga saja hasil labnya negatif, segera bisa beroperasi kembali,” pintanya.

Diketahui, SPPG Sejahtera Kebondalem tersebut berlokasi di RT 03 RW 02 Dusun Krajan, Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, di bawah naungan Yayasan Srikandi Langgeng Makmur dengan Kepala SPPG Sugeng Priyatmoko, S.Kom serta pemilik yayasan Dodik Winoto.(*)

Baca Sebelumnya

DLH Surabaya Tegaskan TPS Hanya untuk Sampah Rumah Tangga

Baca Selanjutnya

Ziarah Hari Jadi Kabupaten Bandung, Bupati Kang DS Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kepedulian Sosial

Tags:

Relawan SPPG Pekerja Desa MBG Pacitan Keracunan Makanan Tegalombo Pacitan Kebondalem Pacitan Info Pacitan Berita pacitan Dampak Ekonomi warga lokal

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H