KETIK, SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mengapresiasi 50 karya inovasi pendidikan terbaik dalam ajang East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2026.

Kegiatan yang melibatkan ribuan pendidik dari berbagai daerah di Jawa Timur ini merupakan bagian dari program penguatan inovasi pendidikan di lingkungan SMA, SMK, SLB, serta unit kerja Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Proses seleksi berlangsung sejak 13 Februari hingga 9 Maret 2026, sementara tahap paparan final dijadwalkan pada 30 April 2026 untuk menentukan 25 karya terbaik dari para inovator pendidikan.

Tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya antusiasme para pendidik dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dindik Jatim, Ety Prawesti, menyebutkan bahwa jumlah pendaftar EJIES 2026 mencapai ribuan orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Wilayah Kediri menjadi daerah dengan jumlah pendaftar terbanyak yaitu 4.005 peserta, disusul Ponorogo sebanyak 3.509 peserta, dan Bojonegoro dengan 3.407 peserta. Sementara itu, untuk jumlah karya inovasi yang dikirimkan, Bojonegoro tercatat sebagai penyumbang terbanyak dengan 3.218 karya, diikuti Ponorogo sebanyak 3.039 karya, dan Kediri dengan 2.790 karya.

Baca Juga:
Kadindik Jatim Tinjau Kantor Cabdin Blitar, Pastikan Layanan Optimal Demi Tingkatkan Kualitas

Selain jumlah peserta yang tinggi, EJIES 2026 juga mencatat keberagaman inovasi pendidikan yang masuk dari berbagai bidang. Kompetisi ini terbagi dalam enam kategori utama inovasi pendidikan.

Kategori inovasi pembelajaran dan kurikulum abad 21 menjadi yang paling diminati dengan 8.101 karya, menunjukkan besarnya perhatian para pendidik terhadap pengembangan metode belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kategori berikutnya adalah transformasi digital dan teknologi pendidikan dengan 3.844 karya, diikuti kewirausahaan dan vokasi sebanyak 2.394 karya, serta penguatan karakter dan literasi dengan 2.662 karya.

Sementara itu, kategori tata kelola dan ekosistem pendidikan mencatat 1.968 karya, dan kategori inklusi serta layanan peserta didik sebanyak 796 karya.

Baca Juga:
Kadindik Aries dan Dirut Bank Jatim Luncurkan JConnect EDU, Perkuat Digitalisasi Penyaluran Dana BOS

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa EJIES bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah gerakan untuk membangun ekosistem inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

Menurutnya, inovasi yang lahir dari para kepala sekolah, guru, hingga pemangku kebijakan di lingkungan pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan.

“Program ini untuk menumbuhkan ekosistem inovasi secara masif di lingkungan pendidikan Jawa Timur. Tidak hanya sekadar gagasan, program inovasi yang dibuat harus berdampak bagi murid maupun kemajuan mutu pendidikan,” ujar Aries.

Untuk memastikan inovasi tidak berhenti pada tahap gagasan, Dindik Jatim juga menggelar development forum sebagai ruang pendampingan bagi para peserta. Melalui forum ini, karya inovasi akan mendapatkan validasi solusi, penguatan implementasi, serta kesempatan membangun kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media.

Aries menekankan bahwa inovasi yang dikembangkan dalam EJIES 2026 harus memenuhi beberapa prinsip utama, yaitu berpihak pada murid, memiliki indikator dampak yang terukur, dibangun melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta dirancang berkelanjutan dan mudah direplikasi.

“Development forum ini menjadi momentum penting untuk mematangkan gagasan, mempertajam strategi implementasi, dan memperkuat dampak inovasi sebelum masuk tahap showcase dan pemaparan final,” pungkasnya.

Melalui ajang EJIES 2026, Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap inovasi dapat menjadi energi bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan dunia industri, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap tantangan pendidikan di Jawa Timur. (*)