Bukti Nyata Kepedulian, Kadindik Jatim Dampingi Khofifah Resmikan Bedah Rumah Penjaga SMAN 2 Surabaya

6 Mei 2026 11:06 6 Mei 2026 11:06

Maulidya Hanin N., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bukti Nyata Kepedulian, Kadindik Jatim Dampingi Khofifah Resmikan Bedah Rumah Penjaga SMAN 2 Surabaya

Kadindik Jatim Dampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung hasil program bedah rumah milik Wandori, tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya, yang berlokasi di Jalan Dinoyo Baru No. 47 Surabaya, pada Selasa 5 Mei 2026. (Foto: Humas Dindik Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung hasil program bedah rumah milik Wandori, tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya, yang berlokasi di Jalan Dinoyo Baru No. 47 Surabaya, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari program kado Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan serta menyediakan hunian layak bagi insan pendidikan di Jawa Timur melalui pemanfaatan dana zakat yang dikelola bersama Baznas.

Program bedah rumah tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan perhatian tidak hanya kepada guru, tetapi juga tenaga penunjang pendidikan seperti tenaga keamanan dan kebersihan.

Secara keseluruhan, program ini telah menyasar 135 insan pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur, dengan 38 rumah diperbaiki pada tahun 2026 yang tersebar di 24 Cabang Dinas Pendidikan.

Perbaikan rumah milik Wandori dimulai sejak awal April 2026 dan kini telah rampung 100 persen. Renovasi ini menjawab kondisi rumah sebelumnya yang tidak layak huni, seperti atap bocor, plafon jebol, serta dinding yang retak dan lembap.

“Insan pendidikan itu bukan hanya guru. Ada tenaga keamanan, tenaga kebersihan, dan berbagai pihak lain yang turut mendukung proses pendidikan. Mereka juga harus mendapatkan perhatian, termasuk dalam pemenuhan hunian yang layak,” tegas Khofifah.

Ia menjelaskan bahwa program ini bersumber dari zakat yang dihimpun oleh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan disalurkan untuk membantu perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Zakat yang dikumpulkan oleh staf Dinas Pendidikan se-Jawa Timur kemudian ditasyarufkan, salah satunya untuk pembangunan rumah layak huni. Di setiap kabupaten/kota, terdapat minimal satu titik penerima manfaat pada semester pertama tahun ini,” jelasnya.

Selain program bedah rumah, dana zakat tersebut juga dimanfaatkan untuk program afirmasi pendidikan berupa bantuan beasiswa sebesar Rp1 juta bagi keluarga kurang mampu.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif langsung Gubernur Khofifah yang menyasar seluruh elemen insan pendidikan di Jawa Timur.

“Dalam rangka Hardiknas, Ibu Gubernur mengajak kita semua untuk peduli terhadap insan pendidikan, tidak hanya guru tetapi juga tenaga penunjangnya. Setelah dilakukan survei, terdapat sejumlah penerima yang layak dibantu, salah satunya Bapak Wandori di Surabaya,” ujarnya.

Aries menambahkan, program ini telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan memberikan dampak luas di berbagai daerah, dengan nilai bantuan berkisar Rp20 juta hingga Rp25 juta per rumah yang dikerjakan secara gotong royong.

Sementara itu, Wandori menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku, sebelumnya kondisi rumahnya sangat memprihatinkan dan tidak layak dihuni.

“Saya sebenarnya sudah lama ingin memperbaiki rumah, tetapi terkendala biaya. Atap sering bocor, lantai tergenang saat hujan, plafon jebol, dan dinding retak serta lembap,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah. Sekarang rumah kami jauh lebih layak dan nyaman. Ini menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga kami,” tutupnya haru.(*)

Tombol Google News

Tags:

Info Jatim Berita jatim Kado Hardiknas Bedah rumah Gubernur Jatim Kadindik Jatim Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa SMAN 2 Surabaya Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai