KETIK, SURABAYA – Dengan 6.172 jemaah lansia yang telah tiba di Tanah Suci, layanan ramah lansia di bandara diperkuat melalui penambahan berbagai fasilitas, mulai dari pampers, mobil golf hingga payung kursi roda yang tersedia di seluruh terminal.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, mengatakan, fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan jemaah, khususnya lansia dan pengguna kursi roda, tetap terlayani sejak tiba setelah menempuh perjalanan panjang.
Ia menekankan bahwa pelayanan tidak hanya soal prosedur, tetapi juga kepekaan petugas dalam memahami kondisi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang.
“Petugas harus sigap dan peka. Ada jemaah yang masih kuat berjalan, ada yang perlu dituntun, dan ada yang harus segera dibantu dengan kursi roda. Semua harus dilayani dengan sabar dan penuh empati,” ujar Abdul Basir di Madinah pada Minggu, 26 April 2026.
Untuk mendukung hal tersebut, petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari area antrean, pengambilan bagasi, pemeriksaan dokumen, hingga proses menuju bus. Koordinasi lintas unsur juga terus diperkuat agar setiap kedatangan kloter dapat tertangani dengan baik.
Baca Juga:
Seorang JCH Asal Pasuruan Wafat di Madinah, Alami Sesak NapasAbdul Basir menambahkan, evaluasi layanan dilakukan setiap hari seiring meningkatnya jumlah jemaah yang tiba. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap optimal.
“Kedatangan jemaah masih terus berjalan. Karena itu, layanan di bandara akan terus kami evaluasi setiap hari. Prinsipnya, jemaah harus merasa aman, nyaman, terbantu, dan merasakan negara benar-benar hadir dalam memenuhi kebutuhan mereka,” jelasnya.
Hingga Minggu, 26 April 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi, sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci dalam 78 kloter. Dari jumlah tersebut, 6.172 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia.
Dengan jumlah lansia yang cukup besar, Daker Bandara memberi perhatian khusus agar seluruh proses kedatangan berlangsung cepat, tertib, dan ramah. Mulai dari penyambutan, pendampingan, pengawasan barang bawaan, hingga pengaturan transportasi, seluruh layanan dirancang agar jemaah dapat menjalani proses kedatangan dengan lebih aman, nyaman, dan manusiawi. (*)