Pakar Ungkap Resiko Pandemi Global Terulang Akibat Hantavirus

18 Mei 2026 03:30 18 Mei 2026 03:30

Thumbnail Pakar Ungkap Resiko Pandemi Global Terulang Akibat Hantavirus

Ilustrasi waspada hantavirus. (Foto: generated by chatGPT)

KETIK, YOGYAKARTA – Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul wabah pada kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Eropa. Wabah tersebut disebabkan hantavirus strain Andes yang diketahui memiliki kemampuan menular antarmanusia, meski dalam tingkat terbatas.

World Health Organization atau WHO menyatakan risiko pandemi global akibat wabah tersebut masih rendah. Penularan virus dinilai tidak mudah terjadi karena membutuhkan kontak erat dalam waktu lama dengan penderita.

Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad, menjelaskan hantavirus strain Andes berasal dari kawasan Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau sindrom paru-paru yang berpotensi fatal.

“Penyebab dari hantavirus adalah strain Andes yang berasal dari daerah Amerika Selatan, Pegunungan Andes. Dia mampu menyebabkan sindrom paru-paru sehingga dapat menular antar manusia,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 17 Mei 2026. 

Menurut Riris, wabah di kapal pesiar tersebut melibatkan delapan kasus infeksi yang terdiri atas enam kasus terkonfirmasi dan dua kasus suspek. Dari total 147 penumpang dan awak kapal, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Kasus tersebut melibatkan sejumlah negara, di antaranya Belanda, Afrika Selatan, Inggris, Jerman, Swiss, dan Argentina.

Riris menjelaskan penularan hantavirus strain Andes dapat terjadi melalui droplet atau percikan cairan tubuh. Namun, mekanisme penularannya tidak semudah COVID-19 karena membutuhkan kontak dekat dalam durasi lama.

“Kalau strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet, tetapi tidak semudah COVID karena harus memiliki kontak yang erat dan lama,” jelasnya.

WHO, lanjut Riris, telah melakukan asesmen terhadap kasus tersebut dan menyimpulkan risiko pandemi global masih rendah karena penyebaran virus sejauh ini masih terbatas.

“Hasil asesmen WHO menunjukkan risiko pandemi itu rendah karena kontak dengan penderita harus dekat dan dalam jangka waktu yang lama. Penularannya juga bisa langsung dihentikan di kapal,” katanya.

Ia menambahkan respons cepat dari berbagai lembaga kesehatan internasional turut membantu pengendalian wabah melalui isolasi pasien, karantina, serta pelacakan kontak lintas negara. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wabah Hantavirus Hantavirus Andes WHO Kapal pesiar Risiko Pandemi Hantavirus