Pontjo Sutowo Minta Anak-anak Yatim Doakan Presiden Prabowo

16 Agustus 2026 21:01 16 Agt 2026 21:01

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pontjo Sutowo Minta Anak-anak Yatim Doakan Presiden Prabowo

Doa Bersama Anak-anak Yatim Untuk Keselamatan Bangsa di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu (15/8/26) malam.(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Di tengah sengketa Hotel Sultan yang berujung pada eksekusi pengosongan pada 18 Juni 2026, Pontjo Sutowo justru meminta anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto. 

Ia berharap, kepemimpinan Presiden Prabowo berjalan dengan baik, lancar, mulus dan terhindar dari berbagai gangguan sampai masa jabatan berakhir pada 2029.

Permintaan doa tersebut, disampaikan Pontjo Sutowo saat memberi sambutan dalam sebuah acara "Doa Bersama Anak-anak Yatim Untuk Keselamatan Bangsa" di Aula Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, Sabtu (15/8/2026) malam.

Di acara sederhana yang digelar Aliansi Kebangsaan itu memang terlihat biasa dan sederhana. Namun, apabila ditempatkan dalam konteks sengketa Hotel Sultan, maknanya menjadi sangat dalam.

Seperti diketahui, hotel Sultan itu bukan sekadar sebuah bangunan bagi Pontjo Sutowo. Melalui PT Indobuildco, keluarga dan perusahaannya telah membangun, mengelola dan membesarkan hotel tersebut selama puluhan tahun. 

Kini penguasaan kawasan itu telah diambil alih pemerintah melalui proses eksekusi pengadilan. Pemerintah menyebutnya sebagai penyelamatan aset negara, sedangkan PT Indobuildco tetap menyampaikan keberatan dan memperjuangkan haknya melalui jalur hukum.

Dalam keadaan seperti itu, sangat manusiawi apabila seseorang merasa kecewa, marah, bahkan terluka. Namun, Pontjo tidak mengubah sengketa tersebut menjadi permusuhan terhadap negara, termasuk kepada Presiden Prabowo.

Ia justru mengajak sekaligus meminta kepada anak-anak yatim yang diundangnya Sabtu malam itu mendoakan Presiden Prabowo agar diberi kelancaran dan  kemudahan dalam menjalankan tugasnya hingga akhir masa jabatannya.

Bahkan, Pontjo Sutowo mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk mendukung Presiden Prabowo di tengah situasi dan kondisi yang sedang mengalami berbagai kesulitan ini. "Jangan tinggalkan Presiden Prabowo sendirian. Mari kita dukung beliau," katanya.

Menurut Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA,  Toto Izul Fatah, sikap yang diperlihatkan Pontjo Sutowo itu sebagai bahasa batin seorang negarawan yang dewasa dan matang.

Dalam pandangan Toto, Pontjo seolah ingin menegaskan bahwa sengketa Hotel Sultan adalah urusan hukum antara PT Indobuildco dan lembaga-lembaga negara, bukan permusuhan pribadi antara dirinya dengan pemerintahan Prabowo.

Mungkin, lanjut Toto, Pontjo boleh merasa proses pengambilalihan tersebut tidak adil, tetapi perasaan itu tidak serta-merta menghapus rasa hormatnya kepada kepala negara.

"Sikap semacam ini semakin langka dalam kehidupan politik kita. Dan kita butuh banyak tokoh seperti Pak Pontjo yang sangat negarawan," ujarnya kepada pers di Jakarta.

Dalam pengamatan Toto, hari ini, perbedaan kepentingan sering dengan mudah berubah menjadi kebencian. Orang yang kalah dalam perkara hukum langsung memusuhi pemerintah. 

Lalu, orang yang berbeda pandangan dengan sebuah kebijakan kemudian menyerang pribadi presidennya. Sehingga, kritik tidak lagi diarahkan kepada keputusan, tetapi berubah menjadi penghinaan dan permusuhan. Pontjo memperlihatkan sikap yang berbeda.

Dalam kontek itu, menrutu Toto, seorang Pontjo dengan prinsip hidupnya tetap merasa perlu memperjuangkan haknya. Tetapi, ia  tidak kehilangan penghormatan kepada negara. 

"Karena itu, ketika Pak Pontjo meminta anak-anak yatim mendoakan Presiden, tindakan tersebut bukan sekadar seremoni. Ia seperti sedang menitipkan harapan kepada hati-hati yang bersih agar Presiden Prabowo diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan  dalam memimpin Indonesia," ungkapnya.

Toto mengaku yakin, Pontjo memahami bahwa keberhasilan Presiden bukan hanya kepentingan Prabowo dan pemerintahannya. Keberhasilan Presiden adalah kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Toto, Pak Pontjo mengakui bahwa jika  pemerintahan berjalan baik, ekonomi tumbuh, hukum ditegakkan dengan adil dan stabilitas nasional terjaga, seluruh rakyat akan merasakan manfaatnya.
 
"Begitu juga sebaliknya, apabila kepemimpinan nasional terganggu atau berhenti di tengah jalan, bukan hanya akan menjadi preseden buruk kedepan, juga  rakyatlah yang paling besar menanggung akibatnya," ungkapnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pontjo Sutowo anak yatim prabowo Presiden Prabowo Hotel Sultan