Kasus Leptospirosis Meningkat di Awal 2026, Ini Kiat Antisipasinya

Editor: Muhammad Faizin

15 Feb 2026 10:20

Thumbnail Kasus Leptospirosis Meningkat di Awal 2026, Ini Kiat Antisipasinya
Tikus, hewan pembawa penyakit Leptospirosis. (Pixabay)

KETIK, YOGYAKARTA – Kasus leptospirosis menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026 seiring masih berlangsungnya musim hujan di berbagai daerah. Curah hujan tinggi yang memicu genangan air dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyebaran penyakit tersebut.

Secara global, leptospirosis menjadi persoalan kesehatan di negara tropis dan subtropis. Setiap tahun tercatat lebih dari satu juta kasus dengan sekitar 60 ribu kematian. Di Indonesia, lonjakan kasus juga terjadi pada pertengahan 2025.

Data Kementerian Kesehatan mencatat Jawa Tengah menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 1.014 kasus. Disusul DI Yogyakarta 703 kasus, Jawa Timur 487 kasus, Jawa Barat 220 kasus, Banten 149 kasus, dan DKI Jakarta 39 kasus per Juli 2025.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Noviantoro Sunarko Putro, Sp.PD., menjelaskan bahwa leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini dapat menginfeksi berbagai mamalia seperti tikus, kucing, anjing, sapi, babi, kambing, dan domba, serta mampu bertahan lama di lingkungan lembap, termasuk selokan, sungai berarus lambat, kolam, dan genangan air.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

“Organisme ini mampu bertahan lama di lingkungan lembap, termasuk selokan, kolam, sungai dengan arus lambat, hingga genangan air. Karena itu, musim hujan menjadi periode dengan risiko penularan lebih tinggi,” ujar dr. Koko, sapaan akrabnya, seperti dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu, 14 Februari 2026.

Penularan terjadi ketika bakteri masuk melalui luka terbuka atau selaput lendir seperti mata dan mulut, terutama saat seseorang terpapar air yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri, khususnya tikus.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan air tergenang, serta menggunakan pelindung seperti sepatu bot dan sarung tangan saat beraktivitas di area berisiko. Sebab, manusia tidak bisa mengendalikan dengan pasti, dimana hewan seperti tikus membuang urinnya. 

“Dengan penanganan yang tepat, termasuk perawatan intensif bila diperlukan, peluang pemulihan tetap tinggi selama fase kritis dapat dilalui,” tuturnya. (*) 

Baca Juga:
Dokter Ruly Rahadian Bongkar Rahasia Puasa, Bisa Redakan Peradangan Pemicu Penyakit Kronis

Baca Sebelumnya

Masuki Tahun Keenam Tampil di Grand Prix, Bukti Kepercayaan Besar Honda ke Mario Aji

Baca Selanjutnya

Jaga Kesehatan Warga, Nakes Satgas TMMD Kodim 0823 Situbondo Laksanakan Pemeriksaan

Tags:

Leptospirosis bakteri Zoonosis Penyakit UGM

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar