Malioboro Bebas Kendaraan 24 Jam, Pemkot Yogyakarta Uji Coba Full Pedestrian Permanen

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Fisca Tanjung

7 Okt 2025 21:48

Thumbnail Malioboro Bebas Kendaraan 24 Jam, Pemkot Yogyakarta Uji Coba Full Pedestrian Permanen
Becak menjadi salah satu moda transportasi tradisional yang diizinkan melintas di Jalan Malioboro saat uji coba Car Free Day (CFD) 24 jam penuh, dalam rangka HUT ke-269 Kota Yogyakarta. (Foto: Oliv for Ketik)

KETIK, YOGYAKARTA – Jalan Malioboro, ikon utama Kota Yogyakarta, menjelma menjadi kawasan pedestrian murni selama 24 jam penuh, Selasa 7 Oktober 2025.

Kebijakan ini diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-269 Kota Yogyakarta dan sekaligus menjadi uji coba penting menuju penerapan Malioboro sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor secara permanen.

Sejak pagi, suasana Malioboro terasa berbeda. Janur kuning dan ornamen tradisonal menghiasi sepanjang jalan, memberikan kesan perayaan yang kental. Tanpa bising mesin, para pejalan kaki dan wisatawan dapat menikmati suasana dengan lebih leluasa dan nyaman. Beberapa warga dan mahasiswa yang ditemui mengaku merasakan perbedaan signifikan.

"Nyaman banget. Biasanya kita lihat Malioboro kan penuh kendaraan, jadi malas lewat. Karena hari ini Car Free Day (CFD) jalannya jadi beda, lebih kayak adem tentram," ungkap Aldilatul, seorang mahasiswi asal Sragen, yang menikmati berjalan santai di Malioboro sore ini.

Senada, Salsabila, mahasiswi dari Purwokerto, menyatakan dukungannya agar program ini dirutinkan.

"Lebih senang kayak gini soalnya lebih tenang aja buat jalan-jalan santai. Kalau banyak kendaraan capek lihatnya. Semoga Jogja semakin Istimewa," ujarnya.

Walikota Pantau dan Soroti Tantangan Logistik

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung memantau kondisi di lapangan. Ia menekankan bahwa uji coba penuh 24 jam ini adalah momentum krusial untuk evaluasi menyeluruh sebelum konsep full pedestrian diterapkan secara rutin, bahkan mingguan.

Foto Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo (tengah) meninjau langsung suasana Malioboro yang bebas kendaraan bermotor selama 24 jam, Selasa 7 Oktober 2025. Pemantauan ini krusial untuk memetakan tantangan logistik dan akses warga, sebagai persiapan menuju Malioboro Full Pedestrian yang nyaman dan tertib di masa depan. (Foto: Oliv for Ketik)Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo (tengah) meninjau langsung suasana Malioboro yang bebas kendaraan bermotor selama 24 jam, Selasa 7 Oktober 2025. Pemantauan ini krusial untuk memetakan tantangan logistik dan akses warga, sebagai persiapan menuju Malioboro Full Pedestrian yang nyaman dan tertib di masa depan. (Foto: Oliv for Ketik)

"Ya, kita memang ingin melihat dampaknya ya. Seperti apa kalau kita bikin Car Free Day full, full pedestrian begitu. Saya akan melihat nanti laporannya seperti apa, mulai tadi malam, kemudian tadi pagi, siang, sore, nanti masih malam lagi," ujar Hasto di kawasan Malioboro.

Menurut Hasto, uji coba ini sengaja dilakukan untuk memetakan tantangan riil yang muncul, terutama terkait akses bagi warga setempat, logistik, dan mobilitas pelaku usaha. Ia mengakui, kebijakan bebas kendaraan ini memunculkan beragam masalah yang perlu diatasi melalui perencanaan infrastruktur dan aturan yang matang.

"Saya kira ini penting untuk mengevaluasi dan sekaligus untuk merencanakan kalau seandainya kita mau Car Free Day, apa saja masalah yang harus kita atasi. Saya yakin ini kan ada banyak masalah. Ada yang harus minta akses, ada masalah logistik atau masalah warga yang memang harus pulang ke rumahnya, tapi tidak dapat akses, misalnya begitu, kan kelihatan di titik-titik mana yang kemudian menjadi masalah," jelasnya.

Selama uji coba 24 jam ini, kendaraan bermotor pribadi dilarang melintas. Hanya bus TransJogja dan kendaraan logistik yang diberi izin pada jam-jam tertentu. Kendaraan tradisional seperti becak kayu tanpa motor masih diperkenankan beroperasi. Hasto menambahkan, masalah logistik bagi hotel, toko, dan restoran adalah fokus perhatian.

"Makanya ini sebetulnya kondisi real ini, sudah agak mendekati kenyataan seandainya kita laksanakan Car Free Day seperti ini. Cuma kan ada warga yang memang khususnya mau masalah logistik kan harus dikasih jam-jam tertentu. Jam kapan kita bisa memberi kesempatan pada mereka untuk dropping logistik," imbuhnya.

Dukungan Infrastruktur dan Penertiban Parkir Liar

Meskipun baru sekali dilakukan, Walikota Yogyakarta menegaskan bahwa arah kebijakan Pemkot adalah menjadikan CFD ini sebagai agenda rutin untuk menciptakan Malioboro sebagai ruang publik yang lebih nyaman dan tertib.

"Iya (akan dirutinkan) kan tujuannya itu. Karena kalau mau full pedestrian itu kan harus ada support infrastruktur yang disiapkan," jelasnya.

Selain itu, Hasto juga menyoroti perlunya penertiban parkir liar di kawasan penyangga seperti Pasar Kembang dan Selatan Stasiun Tugu yang kerap memicu kemacetan. Ia berharap Pemkot Yogyakarta dapat segera menyediakan kantung-kantung parkir legal tambahan sebagai solusi permanen. (*)

Baca Juga:
Kapolda DIY Inspeksi Pos Terpadu Malioboro, Pastikan Kenyamanan Mudik 2026

Baca Juga:
Antisipasi Getok Parkir saat Lebaran, Dishub Kota Batu Siapkan Pengaduan Parkir Lewat WhatsApp
Baca Sebelumnya

Dukung Asta Cita dan 13 Program Akselerasi, Rutan Situbondo Bagikan Paket Sembako

Baca Selanjutnya

Lewat Ngobar Masir, Satpolairud Polres Situbondo Ingatkan Nelayan saat Melaut

Tags:

Malioboro Car Free Day CFD 24 Jam HUT Kota Jogja 269 Hasto Wardoyo Walikota Yogyakarta Kawasan Pedestrian Uji Coba Malioboro Transportasi Tradisional Becak Kayu Parkir Liar Diskominfo Pemkot Yogyakarta

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar