Kedewasaan di Malioboro: Mengapa Malam Tahun Baru di Yogyakarta Kali Ini Lebih Senyap?

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

1 Jan 2026 18:05

Thumbnail Kedewasaan di Malioboro: Mengapa Malam Tahun Baru di Yogyakarta Kali Ini Lebih Senyap?
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono (berkacamata) menyapa dan berdialog dengan salah satu pengendara sepeda motor saat memantau pengamanan malam tahun baru di kawasan Malioboro. Keramah-tamahan petugas di lapangan menjadi bagian dari pelayanan humanis Polri selama Operasi Lilin 2025. (Foto: Bidhumas Polda DIY for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Malam pergantian tahun di Yogyakarta tak lagi sekadar soal kembang api dan tiupan terompet. Hingga jarum jam melintasi angka tengah malam pada Kamis, 1 Januari 2026, suasana di jantung kota tetap terjaga dalam harmoni. Meski diperkirakan 436 ribu orang tumpah ruah ke jalanan, Yogyakarta menunjukkan wajah yang lebih dewasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono SIK, yang memantau langsung dari Pos Terpadu Teteg Malioboro bersama unsur Forkompimda DIY, Walikota Yogyakarta serta instansi terkait menyebutkan bahwa ketertiban ini merupakan buah dari kesadaran kolektif.

"Kepatuhan masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik dan mengikuti imbauan petugas di lapangan menjadi kunci utama suksesnya perayaan tahun baru tahun ini. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi dan kerjasamanya," ujar Irjen Pol Anggoro di tengah keriuhan massa yang mulai mencair.

Situasi ini kontras dengan catatan tahun lalu, di mana penumpukan massa di titik-titik krusial sempat memicu gesekan kecil dan kemacetan panjang yang sulit terurai hingga menjelang subuh. Tahun ini, kepolisian mencatat penurunan angka kriminalitas jalanan dan kecelakaan lalu lintas yang signifikan di malam pergantian tahun. Kapolda DIY menegaskan bahwa keberhasilan kali ini diukur dari kenyamanan warga.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Foto Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono memimpin langsung pengamanan malam pergantian tahun 2026 di Yogyakarta. Dengan dukungan teknologi dan kesadaran masyarakat yang tinggi, suasana ikonik Malioboro tetap terjaga harmoni tanpa euforia berlebihan. (Foto: Bidhumas Polda DIY for Ketik.com)Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono memimpin langsung pengamanan malam pergantian tahun 2026 di Yogyakarta. Dengan dukungan teknologi dan kesadaran masyarakat yang tinggi, suasana ikonik Malioboro tetap terjaga harmoni tanpa euforia berlebihan. (Foto: Bidhumas Polda DIY for Ketik.com)

"Ukuran keberhasilan operasi tahun ini adalah dapat terurainya titik-titik kemacetan dan tidak adanya kasus kecelakaan menonjol meskipun volume kendaraan meningkat," tegas Irjen Pol Anggoro Sukartono.

Di balik ketenangan itu, ada orkestrasi teknologi yang bekerja dalam senyap. Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan bahwa sebanyak 3.813 personel didukung oleh armada drone dan optimalisasi CCTV untuk memantau pergerakan massa secara real-time.

"Fokus utama kami adalah bagaimana menghadirkan personel semaksimal mungkin di lapangan dengan dibantu penggunaan teknologi, khususnya di titik-titik keramaian yang menjadi ikon perayaan," kata Kombes Pol Ihsan.

Baca Juga:
'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

Foto Jajaran Forkopimda DIY memantau situasi titik-titik keramaian di seluruh wilayah Yogyakarta melalui layar monitor digital. Penggunaan teknologi ini mempermudah petugas dalam mengurai kemacetan secara real-time. (Foto: Bidhumas Polda DIY for Ketik.com)Jajaran Forkopimda DIY memantau situasi titik-titik keramaian di seluruh wilayah Yogyakarta melalui layar monitor digital. Penggunaan teknologi ini mempermudah petugas dalam mengurai kemacetan secara real-time. (Foto: Bidhumas Polda DIY for Ketik.com)

Berbeda dengan perayaan tahun lalu yang penuh euforia ledakan petasan, tahun ini Yogyakarta tampak lebih menahan diri. Ada suasana empati yang kuat bagi wilayah lain yang tengah didera bencana alam. Hal ini tecermin dari minimnya penggunaan petasan berdaya ledak tinggi di sepanjang Jalan Margomulyo hingga Titik Nol Kilometer. Kombes Ihsan menambahkan bahwa kehadiran pimpinan tertinggi di lapangan juga memberikan dampak psikologis bagi petugas.

"Kehadiran beliau sangat memotivasi personel untuk bekerja lebih semangat dan melayani," tuturnya.

Keberhasilan kolaborasi antara TNI, Polri, dan unsur warga seperti Jaga Warga dalam mengamankan 116 gereja dan 88 lokasi perayaan membuktikan bahwa Yogyakarta tetap mampu mengelola keramaian tanpa harus kehilangan rasa aman. Ketika kota-kota besar lain mungkin masih berkutat dengan residu keramaian yang kacau, Yogyakarta menutup lembaran 2025 dengan sebuah pernyataan: bahwa kemeriahan bisa berjalan beriringan dengan kesantunan. (*)

Baca Sebelumnya

Saatnya KONI Trenggalek On Fire

Baca Selanjutnya

Gedung Parkir Beroperasi, Wali Kota Malang Minta Kayutangan Heritage Steril Parkir Tepi Jalan

Tags:

Yogyakarta Malam tahun baru Polda DIY Keamanan Malioboro Info Tahun Baru Wisata Yogyakarta kamtibmas Polisi Indonesia Tahun Baru 2026 Irjen Pol Anggoro Sukartono Bidhumas Polda DIY

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar