KETIK, YOGYAKARTA – Tren pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan peningkatan signifikan. Perbaikan fasilitas layanan dan pembangunan gedung baru ditengarai menjadi magnet bagi pasangan calon pengantin untuk memilih menikah di kantor ketimbang menyewa gedung atau menggelar pesta di rumah.
Plt Kepala Bidang Penerangan Agama Islam (Penais Zawa) Kanwil Kemenag DIY, H Nurhuda, menyatakan bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui pembenahan infrastruktur gedung KUA.
"Kementerian Agama terus concern memberikan peningkatan layanan kepada masyarakat, termasuk layanan nikah di KUA. Saat ini sudah banyak dibangun gedung-gedung layanan KUA yang representatif," ujar Nurhuda saat ditemui di Kantor Kanwil Kemenag DIY, Rabu, 21 Januari 2026.
Nurhuda menjelaskan, pengembangan fasilitas ini mengacu pada konsep Balai Nikah dan Manasik Haji yang terintegrasi dalam satu gedung dengan model Standar Pelayanan Sarana Nikah (SPSN). Di wilayah DIY, proyek fisik ini dilakukan secara bertahap.
Pada tahun 2025, pembangunan menyasar KUA Piyungan dan KUA Wates. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah memfokuskan pembangunan pada KUA Godean.
Menurut Nurhuda, selain kenyamanan fasilitas, faktor biaya menjadi alasan kuat di balik tren ini. Sesuai aturan, pernikahan yang dilangsungkan di kantor KUA pada jam kerja tidak dipungut biaya alias gratis (Rp 0).
"Kalau nikah di kantor KUA itu gratis. Namun, dari data yang ada, memang masih banyak masyarakat yang memilih nikah di luar kantor dengan biaya Rp 600 ribu. Itu kembali ke pertimbangan masing-masing," tambahnya.
Pergeseran Gaya Hidup
Tren menikah di kantor ini sebenarnya mulai terbaca sejak tahun 2014, bertepatan dengan dimulainya pembangunan fasilitas SPSN di beberapa wilayah pionir seperti Prambanan dan Turi.
Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenag DIY, Halili Rais, menilai kualitas ruang nikah saat ini sudah jauh lebih layak dan estetis. Hal ini mengubah persepsi masyarakat yang dulunya enggan menikah di kantor karena alasan tempat yang sempit atau kurang terawat.
"Fasilitas ruang nikah sekarang sudah bagus. Sebagian masyarakat mulai berpikir, daripada repot, lebih baik nikah di KUA yang gratis dan tempatnya sudah layak," kata Halili.
Meski demikian, Halili mencatat bahwa tren ini tetap bergantung pada daya tampung masing-masing kantor.
"Trennya meningkat cukup signifikan, kecuali jika kantor KUA-nya memang sempit, masyarakat mau tidak mau tetap melaksanakannya di rumah," tandasnya. (*)
Fasilitas Membaik, Tren Nikah di KUA Meningkat di Yogyakarta
22 Januari 2026 21:18 22 Jan 2026 21:18
Fajar Rianto, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Plt Kepala Bidang Penerangan Agama Islam (Penais Zawa) Kanwil Kemenag DIY, H Nurhuda, saat memberikan keterangan mengenai tren peningkatan pernikahan di KUA di Kantor Kanwil Kemenag DIY, Rabu, 21 Januari 2026. Perbaikan fasilitas gedung KUA menjadi salah satu faktor utama masyarakat memilih menikah di kantor. (Foto: Fajar R/Ketik.com)
Tags:
Tren Nikah Kemenag DIY Yogyakarta Biaya Nikah SPSN Pernikahan Gratis KUA Yogyakarta Balai Nikah KUA Piyungan KUA Wates KUA Godean KUA Prambanan KUA Turi Kanwil Kemenag DIY Penais Zawa Nikah Hemat Halili RaisBaca Juga:
Dukung Electrifying Lifestyle, PLN Fasilitasi Pengisian Motor Listrik Komunitas Yogyakarta di PacitanBaca Juga:
Sri Purnomo Ajukan Banding, JPU Masih Pikir-Pikir Menunggu Salinan PutusanBaca Juga:
Aktivis Heran, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Yogyakarta Tunda Vonis Dua Perkara Korupsi di SlemanBaca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem PengawasanBaca Juga:
'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!Berita Lainnya oleh Fajar Rianto
29 Mei 2026 20:35
Rupiah Loyo, Antrean Kopi Tetap Mengular
29 Mei 2026 16:23
Gema Takbir Iduladha di Kejati DIY, Merawat Sinergi Tanpa Sekat Lewat Berbagi
27 Mei 2026 12:55
Lautan Jemaah Padati Lapangan Denggung Sleman, Khusyuk Laksanakan Salat Iduladha 1447 H
26 Mei 2026 07:05
Tok! Pemkab Sleman Terbitkan SE Aturan Takbiran hingga Salat Iduladha 1447 H
25 Mei 2026 20:46
Jelang Iduladha, Harga Bahan Pokok di Sleman Relatif Stabil Meski Cabai Merah Naik
24 Mei 2026 17:20
Sinergi SE Bupati Sleman dan Aksi Hijau di Wedomartani: Kubur Limbah Pakai EM4, Bungkus Daging Kurban Pakai Daun Jati
Trending
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
516 Guru dan Kepala Sekolah di Pemalang Terima SK Penugasan
