Target 2026 Tak Ada Kasus Keracunan MBG, BGN Janji Akan Lebih Tegas ke SPPG Tak Layak Higiene

Editor: Muhammad Faizin

11 Jan 2026 08:20

Thumbnail Target 2026 Tak Ada Kasus Keracunan MBG, BGN Janji Akan Lebih Tegas ke SPPG Tak Layak Higiene
Logo BGN. (Foto: dok. BGN)

KETIK, TULUNGAGUNG – Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi terancam disanksi penghentian operasional. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari target ambisius pemerintah untuk mencapai nol kasus keracunan makanan pada tahun 2026.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa setiap dapur yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis wajib memenuhi standar higiene dan sanitasi. Dapur yang belum memiliki sertifikat diberikan waktu satu bulan untuk mendaftarkan diri dan melengkapi persyaratan. Apabila tenggat waktu tersebut tidak dipenuhi, Badan Gizi Nasional akan melakukan suspend terhadap operasional dapur, termasuk menghentikan sementara penyaluran dana operasional.

"Sesuai aturan terbaru, dapur SPPG yang tidak mendaftar SLHS dalam waktu satu bulan akan kami suspend. Konsekuensinya, dapur tidak bisa menerima dana operasional," kata Nanik saat menghadiri Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis di Tulungagung, Jawa Timur, seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Kebijakan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Tulungagung, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Nanik memaparkan bahwa tingkat kepatuhan antarwilayah masih sangat beragam. Di Kabupaten Tulungagung, sebagian besar dapur telah memenuhi ketentuan sertifikasi, sementara di Kabupaten Trenggalek, jumlah dapur yang bersertifikat masih sangat terbatas.

Baca Juga:
SPPG Mulyorejo Tuban Gandeng Damkar, Edukasi Relawan soal Mitigasi Kebakaran

Data Badan Gizi Nasional menunjukkan bahwa secara nasional terdapat sekitar 19.200 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang aktif beroperasi. Namun hingga awal 2026, baru sekitar 4.500 dapur yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Artinya, lebih dari 14 ribu dapur masih harus segera berbenah agar memenuhi standar keamanan pangan.

Penguatan pengawasan terhadap dapur Program Makan Bergizi Gratis kini memiliki dasar hukum yang lebih kuat setelah terbitnya Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis serta Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program tersebut. Melalui regulasi ini, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Badan Gizi Nasional, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

"Kalau sebelumnya BGN bekerja sendiri, sekarang pengawasan dilakukan bersama tim koordinasi lintas kementerian dan instansi. Pemerintah daerah dan instansi vertikal justru diwajibkan masuk dan mengawasi dapur SPPG," ujar mantan jurnalis ini.

Meski bersikap tegas, Badan Gizi Nasional tetap membuka ruang pendampingan bagi pengelola dapur yang menunjukkan itikad baik. Selama proses pendaftaran sertifikat berlangsung, pengelola akan dibantu secara administratif agar dapat memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Namun, bagi dapur yang tidak melakukan upaya apa pun, sanksi akan diberlakukan tanpa pengecualian.

Baca Juga:
Pasca Insiden Dugaan Keracunan MBG, Plt Wali Kota Madiun Akan Evaluasi SPPG

Langkah penertiban ini diambil seiring dengan perluasan Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau semakin banyak penerima manfaat. Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa peningkatan cakupan program harus diiringi dengan jaminan kualitas dan keamanan pangan, agar tujuan peningkatan gizi masyarakat dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Dengan penerapan standar higiene yang ketat dan pengawasan berlapis, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara berkelanjutan dan aman, sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (*)

Baca Sebelumnya

Pemprov Aceh Berharap Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Uang Harian Pengungsi

Baca Selanjutnya

Nilai Survei Penilaian Integritas Sidoarjo (SPI) oleh KPK Beranjak Naik

Tags:

kasus keracunan MBG Nanik Sudaryati Deyang Makan bergizi gratis SPPG BGN Badan Gizi Nasional

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

19 April 2026 07:40

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda