KETIK, TUBAN – Keamanan kerja menjadi perhatian utama dalam operasional dapur skala besar.
Hal ini mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, menggandeng tim Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran untuk menggelar edukasi serta simulasi proteksi kebakaran, Sabtu, 17 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di dapur SPPG di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tuban ini diikuti seluruh kru relawan.
Lokasi dapur yang berada di jalur strategis Singgahan-Bojonegoro menjadikannya titik vital dalam mendukung program Badan Gizi Nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana Tugas Kasatpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, memimpin langsung kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa dapur dengan intensitas produksi tinggi memiliki potensi risiko kebakaran yang cukup besar.
“Di dapur MBG memang ada potensi terjadinya insiden kebakaran, jadi penting dilakukan sosialisasi penanganan dan pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Dalam simulasi, tim Damkar tidak hanya mengajarkan teknik pemadaman api, tetapi juga memberikan arahan terkait penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sutaji menyebut, APAR harus berada di titik strategis agar mudah dijangkau saat terjadi insiden.
Pemberian suplemen maupun vitamin kepada relawan dapur SPPG Polri Mulyorejo Singgahan, Kabupaten Tuban.
Selain itu, relawan juga dibekali penanganan evakuasi non-kebakaran seperti menghadapi hewan liar di area dapur.
Seluruh kru, mulai dari bagian produksi, logistik, pengemasan hingga manajemen, tampak antusias mengikuti praktik lapangan.
Kepala SPPG Mulyorejo Singgahan, Mahendra Pinandhita, menyampaikan bahwa pembekalan tersebut memberikan rasa aman bagi para relawan.
“Meski kita tidak berharap terjadi insiden, namun seluruh relawan kini sudah paham metode penanganan jika hal yang tak diinginkan terjadi,” katanya.
Mahendra juga mengungkapkan, selain edukasi keselamatan, relawan secara rutin mendapatkan asupan vitamin dari mitra dapur sebagai upaya menjaga kesehatan.
“Alhamdulillah, mitra dapur juga peduli kesehatan. Kami bagikan suplemen, vitamin D3, dan susu agar relawan tetap fit,” ujarnya.
Plt. Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban foto bersama Relawan SPPG Mulyorejo Singgahan.
Sementara itu, Ka.SPPG Mitra Dapur, Zainal Naim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Badan Gizi Nasional dan Yayasan Kemala Bhayangkari.
“Kami berkomitmen menjadikan layanan dapur SPPG representatif dan sesuai standar pemerintah. Kegiatan ini menambah wawasan kru agar layanan tetap aman dan optimal,” jelasnya.
Salah satu kru produksi, Bana, mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti pelatihan tersebut, terutama dalam menangani potensi gangguan pada kompor gas.
“Kegiatan mitigasi seperti ini sangat kami perlukan. Sekarang kami lebih tenang saat bekerja,” ujarnya.
Melalui langkah ini, SPPG Mulyorejo menunjukkan bahwa penyediaan gizi berkualitas harus berjalan seiring dengan standar keselamatan kerja, guna mendukung keberlangsungan program MBG bagi masyarakat.(*)
