KETIK, TRENGGALEK – Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan terobosan baru dengan menggunakan metode pengembangan potensi dan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kueisoner asesmen pemetaan talenta.
Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi tantangan yang terjadi di birokrasi Trenggalek, yakni, setiap tahun ada 300 ASN yang pensiun. Tak terkecuali dominasi pegawai saat ini yang didominasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala BKPSDM Trenggalek, Heri Yulianto menyebut jika pengembangan karier tersebut merupakan salah satu langkah strategis Pemkab untuk menjaga keseimbangan nya.
"Kami memberi kesempatan kepada ASN untuk menentukan kariernya sendiri melalui kompetensi, minat, rekam jejak, serta pengalaman yang dimiliki," ucapnya, Rabu 20 Mei 2026.
Oleh karena itu, lanjut Heri sapaan dia, pihaknya menyebarkan kuesioner untuk mewujudkan hal tersebut dan harus diisi oleh setiap ASN. Dari target 820 ASN, ada sekitar 780 ASN yang sudah mengisi formulir tersebut.
"Tentu ini respon positif. Sehingga memudahkan untuk proyeksi kariernya jika suatu saat nanti mendapat kesempatan jabatan baru," tuturnya.
Heri menyampaikan, kesempatan ini tidak hanya untuk pejabat struktural, namun juga berlaku untuk pejabat fungsional. Sehingga kedepannya, jika ada promosi jabatan terkesan transparan dan berbasis kompetensi.
"Jadi proyeksinya bukan hanya untuk mengisi jabatan yang kosong, namun juga sebagai tindaklanjut jangka panjang bagi para ASN," ujarnya.
Heri menuturkan, dari total jumlah ASN yang ada di Trenggalek sebesar 10.042 orang, setengahnya adalah PPPK, atau setara 5.022 PNS dan 5.020 PPPK.
"Jumlahnya hampir seimbang. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah, karena manajemen kariernya berbeda, sehingga harus ada antisipasi sejak dini," ungkapnya.
Ia mengakui jika pihaknya tidak ingin Trenggalek krisis Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu hasil dari kuesioner akan dimasukan langsung ke manajemen talenta internal.
Harapannya, dengan menyusun data tersebut nantinya akan memudahkan dalam penyusunan dokumen master karier ASN.
"Dokumen ini bisa diakses oleh semu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai landasan untuk membangun jenjang karier stat yang dinaungi," tandasnya.
Ia menegaskan, dalam kuesioner tersebut juga ada tes kesiapan mental ASN. Tujuannya untuk mengetahui kesiapan ASN jika menduduki jabatan strategis yang beresiko tinggi. Salah satunya adalah tekanan politik.
"Terobosan ini merupakan kali pertama dilakukan di Trenggalek. Endingnya untuk menyiapkan SDM yang punya kapasitas dan kualitas. Paling tidak sesuai dengan disiplin ilmu yanng dimiliki," tutupnya (*)
