KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu, 15 April 2026 malam.
Pertemuan ini membahas penguatan transformasi digital UMKM guna mendukung pemerataan teknologi dan peningkatan daya saing pelaku usaha di Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim mendukung program Presiden Prabowo dalam pemerataan teknologi.
Komitmen itu diwujudkan melalui digitalisasi UMKM, peningkatan literasi digital, dan perluasan akses pasar.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar akses teknologi dapat dirasakan merata di seluruh wilayah.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan transformasi digital.
“Selaras dengan arahan Presiden, Jawa Timur siap mengimplementasikan program Presiden dengan mendukung berbagai inisiatif digitalisasi UMKM yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” kata Gubernur Khofifah.
Menurutnya, UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Adaptasi ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.
“UMKM itu penggerak ekonomi daerah. Saya rasa pelaku UMKM sangat perlu memanfaatkan teknologi digital, belajar beradaptasi dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha dan membuka peluang baru,” tambahnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan AIM ASEAN Roadshow Surabaya bertema “UMKM Naik Kelas di Era Kecerdasan Buatan (AI)”.
Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas usaha.
Khofifah juga menegaskan peran strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terkait literasi digital.
Edukasi ini penting untuk mencegah potensi risiko seperti penipuan berbasis AI.
“Peran Pemerintah sangat strategis ikut berperan dalam sosialisasi pemberdayaan UMKM dengan pemanfaatan teknologi. Kita harus gaungkan pentingnya literasi digital, supaya bisa melindungi masyarakat dari praktik yang merugikan seperti penipuan berbasis AI,” imbuhnya.
“Selain itu, UMKM pada level mikro atau usaha kecil juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi usaha, memahami pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Khofifah mendorong keterlibatan talenta Millennial Job Center (MJC) dalam berbagai kegiatan serupa.
Hal ini penting agar talenta muda Jawa Timur dapat meningkatkan keterampilan (upskilling).
Talenta tersebut diharapkan mampu bersinergi membantu pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi AI secara aplikatif.
Sementara itu, Tiar N. Karbala menyampaikan bahwa AIM ASEAN Roadshow digelar di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerataan teknologi.
Tahun ini, fokus diperluas ke Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi besar di sektor UMKM.
“Setelah kemarin terinisiasi Seratus Ribu Sultan Muda di Sumatera Selatan menciptakan wirausahawan baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, maka kali ini kami ke Jawa Timur yang punya banyak potensi dan keunggulan dibidang UMKM,” kata Tiar.
“Kami berupaya meningkatkan peluang jiwa wirausaha UMKM di Jatim dengan mendorong penggunaan program kecerdasan buatan. Kami optimis UMKM bisa merasakan manfaat teknologi secara instan dengan menciptakan wirausahawan baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” pungkasnya. (*)
