Menag dan Gubernur Khofifah Hadiri Bridging to IGIC 2026, Dukung Penguatan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban, Diplomasi Keagamaan dan Perdamaian Global

4 Agustus 2026 21:23 4 Agt 2026 21:23

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Menag dan Gubernur Khofifah Hadiri Bridging to IGIC 2026, Dukung Penguatan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban, Diplomasi Keagamaan dan Perdamaian Global

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kir) bersama Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar (kanan) saat menghadiri Tabligh Akbar Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Minggu, 2 Agustus 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama Republik Indonesia Prof. KH. Nasaruddin Umar menghadiri Tabligh Akbar Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan IGIC 2026 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada September mendatang, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban, diplomasi keagamaan, dan perdamaian dunia.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Bridging to IGIC 2026.

Menurut Khofifah, kepercayaan tersebut merupakan pengakuan atas posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat pendidikan Islam, basis pesantren dan santri terbesar di Indonesia, sekaligus daerah yang selama ini konsisten membangun kehidupan beragama yang moderat, inklusif, harmonis dan penuh toleransi.

“Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Jawa Timur untuk terus menghadirkan praktik kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia,” ujarnya.

Ia menilai pemilihan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Selain menjadi ikon kebanggaan masyarakat Jawa Timur, masjid tersebut berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan umat, dan syiar Islam yang menebarkan nilai-nilai kesejukan, toleransi, serta kemaslahatan.

"Masjid pada hakikatnya adalah pusat peradaban yang berfungsi menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, persatuan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga kepedulian sosial," ucapnya.

Oleh karena itu, masjid memegang peran vital sebagai ruang diplomasi keagamaan dan penyemaian perdamaian bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia secara umum.

Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya menginternalisasi ajaran Islam yang mengedepankan persaudaraan, perdamaian, dan kemaslahatan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk terus menghadirkan wajah Islam yang damai, moderat, inklusif, dan rahmatan lil 'alamin.

Penyelenggaraan IGIC 2026, kata dia, diharapkan tidak hanya menghasilkan kesepahaman bersama, tetapi juga melahirkan jejaring kolaborasi konkret antarimam masjid, ulama dan tokoh agama dari berbagai negara dalam memperkuat moderasi beragama serta memperluas kerja sama untuk menciptakan perdamaian dunia.

Sementara itu, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penyelenggaraan IGIC 2026 menjadi bukti meningkatnya perhatian dunia terhadap praktik Islam moderat yang berkembang di Indonesia.

Indonesia, lanjut dia, dinilai berhasil menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat, pendidikan, pelayanan sosial dan penguatan kehidupan masyarakat.

"Insya Allah sebentar lagi kita akan kedatangan tamu-tamu terhormat. Mari kita fungsikan masjid-masjid kita sebagai contoh bahwa Masjid memberdayakan umat. Inilah yang dikagumi oleh dunia kepada kita semua," terangnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut menyampaikan International Grand Imams Conference 2026 direncanakan dihadiri hampir 400 imam besar dari berbagai negara, termasuk Grand Syeikh Al-Azhar. Kehadiran para pemimpin agama tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kolaborasi global dalam membangun perdamaian. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Menteri Agama Prof Nasar Masjid Al Akbar masjid Istiqlal Igic 2026 Info Jatim