KETIK, SURABAYA – Stan Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) digelar di halaman Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan beragam produk pangan hasil karya sekolah, mulai dari sektor pertanian, buah-buahan, perkebunan, perikanan, peternakan hingga tanaman obat keluarga (TOGA).
Acara yang berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sekaligus upaya mendorong ketahanan pangan berbasis pendidikan. Produk yang dijual pun bervariasi, seperti sayuran segar, buah, ikan, hingga hasil peternakan, dengan harga terjangkau mulai dari Rp5.000.
Sejumlah pengunjung tampak antusias memadati stan-stan yang tersedia. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga melihat langsung hasil budidaya yang dikembangkan oleh para pelajar.
Salah seorang guru pendamping, Siti Rahmawati, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa di luar kelas.
“Ini bukan sekadar jualan, tapi bagian dari pendidikan karakter dan keterampilan. Anak-anak belajar mulai dari proses menanam, merawat, panen, sampai akhirnya bisa menjual produk mereka sendiri. Di sini mereka juga belajar tanggung jawab, kerja sama, dan bagaimana menghargai proses,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut diharapkan bisa membentuk pola pikir siswa agar lebih mandiri dan memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan di lingkungan sekitar.
“Harapannya, setelah ini mereka tidak hanya paham teori di kelas, tapi juga punya pengalaman langsung yang bisa jadi bekal ke depan, bahkan membuka peluang usaha sejak dini,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, program SIKAP diharapkan mampu memperkuat kesadaran ketahanan pangan sejak dini sekaligus mendorong lahirnya generasi yang mandiri dan berdaya saing. (*)
