KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya kesehatan, penguatan karakter, serta pengembangan talenta generasi muda dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan diikuti oleh siswa SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur, baik secara langsung maupun daring.
Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah menyampaikan capaian pendidikan di Jawa Timur yang menunjukkan tren positif.
“Selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA, SMK negeri dan swasta, serta Aliyah di Jawa Timur bisa diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa jalur seleksi dengan tes juga mengalami peningkatan dalam enam tahun terakhir. Capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, serta dukungan berbagai pihak eksternal.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada kesehatan siswa, khususnya siswi.
“Akan ada proses di mana para siswi mendapatkan tablet supaya mereka memiliki kesehatan yang lebih prima,” jelas Khofifah.
Di bidang penguatan keterampilan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong kerja sama dengan sektor swasta melalui program teaching industry di SMK serta program double track di SMA. Program tersebut bertujuan membekali siswa dengan keterampilan praktis agar siap memasuki dunia kerja.
Pada kesempatan yang sama, penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas diberikan kepada Ari Ginanjar Agustian atas kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia. Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur tengah dipersiapkan sebagai “lumbung talenta nasional”.
“Ketika berbagai sektor membutuhkan talenta, insyaallah raw input-nya bisa kita siapkan dari lumbung talenta yang kita bangun bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khofifah mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas pembelajaran. Ia menyoroti penataan penggunaan gawai di sekolah sebagai langkah untuk meningkatkan fokus belajar.
“Jika ada penataan penggunaan gadget saat pembelajaran, tolong dipahami bahwa itu bagian agar konsentrasi belajar lebih fokus,” tutur Gubernur Jawa Timur tersebut.
Dalam pemaparannya, ia juga menyampaikan berbagai program unggulan, termasuk pengembangan sekolah berbasis ketahanan pangan yang telah diterapkan di 146 satuan pendidikan. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, inovasi pendidikan melalui East Java Innovative Education Summit dinilai berhasil mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran oleh guru. Salah satu yang mendapat perhatian adalah Kepala Sekolah SMP 15 Sekolah Rakyat Mojokerto yang dinilai memiliki dedikasi tinggi.
Pengembangan kendaraan listrik melalui program double track SMA juga turut dipamerkan dalam rangkaian kegiatan Hardiknas di halaman Gedung Negara Grahadi sebagai bentuk penguatan keterampilan siswa.
Di akhir amanatnya, Khofifah menegaskan pentingnya peningkatan kualitas generasi muda secara menyeluruh. “Mudah-mudahan prestasinya membaik, karakternya membaik, akhlaknya membaik, dan integritasnya juga terus membaik,” pungkasnya.(*)
