Surabaya Terasa Gerah pada Malam Hari, BMKG Ungkap Penyebabnya

20 Agustus 2026 20:32 20 Agt 2026 20:32

Samsul HM, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Surabaya Terasa Gerah pada Malam Hari, BMKG Ungkap Penyebabnya

Peta tekanan udara (Foto: BMKG)

KETIK, SURABAYA – Udara di Surabaya terasa lebih gerah terutama pada malam hari dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi tutupan awan dan kelembapan udara yang cukup tinggi.

Tutupan awan menyebabkan proses pendinginan permukaan pada malam hari menjadi kurang optimal. Sementara kelembapan yang tinggi membuat penguapan keringat dari tubuh tidak berlangsung secara maksimal sehingga tubuh lebih sulit melepaskan panas.

“Sulit melepas panas melalui penguapan keringat, sehingga udara terasa gerah,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Juanda Sidoarjo, Adityo Mega Anggoro kepada Ketik.com, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dia menjelaskan, cuaca di wilayah Surabaya dan Jawa Timur dalam sepekan ke depan secara umum diprakirakan cerah hingga berawan dengan kondisi udara yang terasa gerah.

Meski sejumlah wilayah Jawa Timur memasuki periode puncak musim kemarau, hujan lokal dengan intensitas ringan masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.

Menurut Adityo, hujan lokal tersebut dapat dipengaruhi oleh pemanasan permukaan yang memicu pertumbuhan awan hujan akibat kondisi atmosfer, konvergensi angin, serta faktor lokal dan topografi.

“Hal ini karena kondisi atmosfer, konvergensi angin serta faktor lokal dan tipografi,” ujarnya.

Pada bagian lain, BMKG juga memantau kecepatan angin di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur mencapai 20 knot atau lebih. Kondisi tersebut berkaitan dengan penguatan pola angin timuran pada musim kemarau serta adanya gradien tekanan udara.

Berdasarkan analisis tekanan udara, terdapat tekanan yang relatif tinggi di wilayah Australia sekitar 1.020 hPa. Sementara tekanan udara di kawasan Laut China Selatan relatif lebih rendah, yakni sekitar 1.005–1.008 hPa.

Perbedaan tekanan tersebut memperkuat aliran udara dari Australia menuju wilayah utara Indonesia sehingga angin timuran atau Monsun Australia yang memengaruhi Jawa Timur menjadi lebih kuat.

Keberadaan sistem tekanan rendah atau bibit siklon tropis di sekitar Filipina dan Laut China Selatan juga turut memengaruhi pola angin secara regional.(*)

Tombol Google News

Tags:

Cuaca surabaya Gerah Malam Hari BMKG