KETIK, SURABAYA – Tepat 7 tahun lalu, Kwarda Pramuka Jawa Timur menggelar tanam pohon di Taman Harmoni, Surabaya. Taman yang awalnya gersang itu kini bisa dinikmati masyarakat dengan suasana yang lebih sejuk, rindang dan asri.
Hadirnya lingkungan yang asri serta nyaman itu merupakan aksi nyata Pramuka Kwarda Jawa Timur terhadap lingkungan. Pihaknya pada 2019 lalu membuat lubang resapan biopori dan tanam pohon di Taman Harmoni.
Bekas tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Keputih, Surabaya itu perlahan menghijau dan rindang.
Aksi tanam pohon yang dilakukan Kwarda Pramuka Jawa Timur ini diikuti 30 orang pembina Pramuka dari kwarcab kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Para pembina Pramuka adalah peserta Pelatihan dan Sosialisasi Gugus Depan Ramah Lingkungan Hidup Kwarda Jatim 2019, yang diselenggarakan 29-31 Maret 2019.
Beberapa sekolah sekitar mengikutsertakan siswa kader lingkungan/anggota Pramuka beserta guru/pembinanya pada aksi ini. Sekolah-sekolah tersebut adalah SDN Klampis Ngasem I, SDN Keputih 245, SDN Kejawan Putih I, SMPN 19, SMPN 30 dan SMPN 58 Surabaya. Mereka berjumlah lebih dari 125 orang.
Aktivis Tunas Hijau, Richi Razaq mengatakan kegiatan ini menanam 30 pohon dalam aksi penanaman ini.
"Pohon yang ditanam itu menyalami pohon-pohon yang mati dari penanaman sebelumnya," katanya.
Lanjutnya, tujuan membuat lubang resapan biopori itu untuk menambah unsur hara pada taman di area Taman Harmoni, Surabaya.
"Lubang resapan biopori yang telah dibuat selanjutnya diisi dengan sampah daun. Ini penting, karena kurangnya unsur hara di lahan yang menjadi tempat penimbunan sampah plastik ini," jelasnya.
Mochamad Zamroni, andalan daerah urusan lingkungan hidup Kwarda Jatim, mengatakan bahwa aksi lingkungan hidup di lahan eks tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Keputih ini untuk memberikan edukasi kepada para pembina Pramuka dari seluruh Jatim ini.
“Mereka bisa melihat langsung bahwa sampah plastik yang sudah belasan tahun ternyata masih awet di dalam tanah. Maka, upaya pengendalian sampah plastik harus terus dilakukan,” terang Zamroni, yang juga ketua panitia Pelatihan Gugus Depan Ramah Lingkungan Kwarda Jatim 2019 ini. (*)
